Dua Tahun Tersisa, Bersiap Menghadapi Badai

Selasa, 18 Oktober 2022 - 16:59 WIB
loading...
Dua Tahun Tersisa, Bersiap...
Dua tantangan dihadapi bangsa Indonesia pada tahun depan, yakni ancaman resesi global dan masuknya tahun politik jelang Pemilu 2024. Pemerintah diharapkan mampu melewati kedua tantangan tersebut sehingga stabilitas ekonomi dan politik tetap terjaga.
A A A
TIDAK terasa delapan tahun sudah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menakhodai negeri ini. Sempat diterpa badai krisis ekonomi yang melanda dunia dan pandemi Covid-19, setapak demi setapak Indonesia melangkah ke arah yang lebih baik dengan optimistis.

Perekonomian Indonesia menghadapi berbagai tantangan sejak awal 2015. Bahkan, sejak awal pemerintahan Joko Widodo bersama Jusuf Kalla berdaulat (Oktober 2014), perekonomian Indonesia sudah menghadapi banyak tekanan. Pelemahan rupiah, pertumbuhan ekonomi yang tak sesuai harapan, inflasi yang bergejolak pascakebijakan dicabutnya subsidi bahan bakar minyak (BBM), hingga devisa negara yang terus terkuras.

Mengatasi itu semua, Presiden Jokowi bersama tim ekonominya merancang “obat” untuk menguatkan kembali fondasi perekonomian negara. Obat tersebut diformulasikan dalam bentuk paket-paket kebijakan ekonomi yang berisikan berbagai insentif dan kebijakan kemudahan.

Selama delapan tahun, ada sisi menarik dari sosok Pak Jokowi yang telah beberapa kali melakukan reshuffle kabinet. Kepala Negara mencopot dan mengangkat beberapa menteri dan wakil menteri baru. Tak hanya itu, bahkan ia beberapa kali memindahkan posisi menteri. Pertukaran dan perubahan susunan Kabinet Indonesia Maju terakhir dilakukan Jokowi di Istana Negara, Rabu, 15 Juni 2022.

Sejak 2014 dimana ia menjabat sebagai Presiden RI, terhitung Jokowi telah me-reshuffle kabinetnya sebanyak tujuh kali.

Saat melangkah ke periode kedua, Presiden Jokowi memaparkan lima hal yang menjadi fokus kerja pemerintahan pada 2019-2024 bersama Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Pertama, menjadikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama. Dalam hal ini, Kepala Negara hendak membangun SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta akan mengundang talenta-talenta global untuk bekerja sama.

Kedua, pemerintah terus melanjutkan pembangunan infrastruktur. Infrastruktur tersebut menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, serta mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Ketiga, Presiden Jokowi ingin segala bentuk kendala regulasi disederhanakan, dan dipangkas. Dalam hal ini, pemerintah bersama DPR menerbitkan dua undang-undang (UU) besar, yaitu UU Cipta Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

Masing-masing UU tersebut menjadi omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga langsung direvisi sekaligus.

Keempat, Presiden Jokowi melakukan penyederhanaan birokrasi secara besar-besaran. Tak hanya itu, investasi untuk penciptaan lapangan kerja juga diprioritaskan di samping memangkas prosedur dan birokrasi yang panjang.

Kelima adalah transformasi ekonomi. Indonesia harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun program tersebut bukan tanpa hambatan. Periode kedua Jokowi menghadapi tantangan sangat berat, saat pandemi Covid-19 yang meruntuhkan sendi ekonomi secara global dan berimbas ke dalam negeri dalam jangka waktu dua tahun lebih. Pun di sisa dua tahun pemerintahan Jokowi, masih dihadapkan pada dua badai.

Pertama, persiapan Indonesia menghadapi krisis ekonomi pada tahun depan. Kekhawatiran resesi dunia berada di depan mata. Berdasarkan informasi dari markas Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC, diklaim ada 28 negara yang sudah ikut antre di IMF untuk mencegah resesi ekonomi global pada 2023.

Selain itu, Indonesia juga bersiap menghadapi tahun politik menjelang Pemilu 2024. Gemuruh politik tentunya harus dikendalikan dengan baik. Ekonomi dan politik ibarat dua sisi yang satu sama lain saling beririsan. Kita berharap semoga Indonesia bisa melewati dua badai besar tersebut dengan aman dan terkendali.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Namanya Disebut dalam...
Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Yang Saya Tahu Pak Nadiem Orang Baik
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Disidang, Ini Respons Pengacara Jokowi
Berkas Kasus Ijazah...
Berkas Kasus Ijazah Jokowi dengan Tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa Lengkap, Segera Disidang
Jokowi Tak Hadir di...
Jokowi Tak Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ternyata Ini Alasannya
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Rekomendasi
Shin Tae-yong Jadi Pelatih...
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija?
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Berita Terkini
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved