DPR Dorong Pemerintah Maksimalkan Sumber Daya Lokal untuk Pemenuhan Ventilator
Senin, 27 April 2020 - 18:17 WIB
loading...
A
A
A
“Karena itu kita mendorong Dirjen Farmalkes dari Kemenkes bersama Dirjen Yankes untuk hadir ke sana melihat langsung, meneliti dan berbicara langsung dengan pimpinan kedua perusahaan tadi itu,” imbuhnya.
Saleh pun menyinggung soal Presiden Jokowi yang meminta bantuan ke Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membantu Indonesia dalam pengadaan ventilator ini. Sebetulnya ini langkah yang baik tetapi, dia mengingatkan kepada pemerintah bahwa saat ini Amerika juga sedang dihadapkan masalah yang luar biasa besar untuk menangani COVID-19 ini karena tingkat penyebarannya di Amerika sekarang paling tinggi di dunia. Tentu AS pun juga pasti akan membutuhkan ventilator dalam jumlah banyak.
“Kalaupun itu dipenuhi oleh Donald Trump ke Indonesia saya kira tidak bisa dalam waktu cepat ini. Dalam konteks itulah saya berharap pemerintah Indonesia bisa menggunakan resources yang ada di dalam negeri dengan cara memproduksi di dalam negeri. Pemerintah bisa mengajak PT Pindad dan PT DI untuk memproduksi kebutuhan ventilator dalam negeri,” paparnya.
Karena itu, Saleh meminta kepada pemerintah untuk tidak ragu memaksimalkan potensi dari dalam negeri. Karena di AS pun, Trump meminta 6 perusahaan di sana untuk memproduksi ventilator dan alkes yang menjadi kebutuhan. Di Indonesia semestinya bisa memanfaatkan sumber daya yang ada dan nantinya, kalau semuanya sudah dianggap standar, DPR mendorong agar PT DI dan PT Pindad ini bisa memproduksinya lebih cepat supaya bisa dimanfaatkan di dalam negeri.
“Karena menurut keterangan Kemenkes ventilator itu salah satu kebutuhan mendesak dalam penanganan COVID-19 ini bagi pasien-pasien yang positif ini, yang rata-rata membutuhkan ventilator. Sementara ketersediaan ventilator kita masih sangat terbatas dan masih sangat kurang,” pungkasnya.
Saleh pun menyinggung soal Presiden Jokowi yang meminta bantuan ke Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membantu Indonesia dalam pengadaan ventilator ini. Sebetulnya ini langkah yang baik tetapi, dia mengingatkan kepada pemerintah bahwa saat ini Amerika juga sedang dihadapkan masalah yang luar biasa besar untuk menangani COVID-19 ini karena tingkat penyebarannya di Amerika sekarang paling tinggi di dunia. Tentu AS pun juga pasti akan membutuhkan ventilator dalam jumlah banyak.
“Kalaupun itu dipenuhi oleh Donald Trump ke Indonesia saya kira tidak bisa dalam waktu cepat ini. Dalam konteks itulah saya berharap pemerintah Indonesia bisa menggunakan resources yang ada di dalam negeri dengan cara memproduksi di dalam negeri. Pemerintah bisa mengajak PT Pindad dan PT DI untuk memproduksi kebutuhan ventilator dalam negeri,” paparnya.
Karena itu, Saleh meminta kepada pemerintah untuk tidak ragu memaksimalkan potensi dari dalam negeri. Karena di AS pun, Trump meminta 6 perusahaan di sana untuk memproduksi ventilator dan alkes yang menjadi kebutuhan. Di Indonesia semestinya bisa memanfaatkan sumber daya yang ada dan nantinya, kalau semuanya sudah dianggap standar, DPR mendorong agar PT DI dan PT Pindad ini bisa memproduksinya lebih cepat supaya bisa dimanfaatkan di dalam negeri.
“Karena menurut keterangan Kemenkes ventilator itu salah satu kebutuhan mendesak dalam penanganan COVID-19 ini bagi pasien-pasien yang positif ini, yang rata-rata membutuhkan ventilator. Sementara ketersediaan ventilator kita masih sangat terbatas dan masih sangat kurang,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :