DPR Dorong Pemerintah Maksimalkan Sumber Daya Lokal untuk Pemenuhan Ventilator
Senin, 27 April 2020 - 18:17 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah untuk memaksimlkan sumber daya lokal untuk pemenuhan berbagai kebutuhan terkait pandemi Corona. Fotp/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Komisi IX DPR menyambut baik jika memang dua perusahaan dalam negeri yakni PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Pindad siap memproduksi massal alat kesehatan (alkes) yakni ventilator untuk kebutuhan penanganan pandemi virus Corona (COVID-19). Di tengah keterbatasan ini, DPR meminta pemerintah untuk memaksimlkan sumber daya lokal untuk pemenuhan berbagai kebutuhan terkait pandemi ini.
“Kita mendorong kepada pemerintah agar memaksimalkan, menggunakan sumber daya dalam negeri untuk memproduksi ventilator. Saya dengan PT Pindad dan PT DI itu kan mampu untuk memproduksi ventilator itu. Untuk itu, kita mendorong agar pemerintah memaksimalkan, memberdayakan kedua perusahaan tersebut untuk memproduksi ventilator itu,” ujar Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay kepada SINDO Media, Senin (27/4/2020).
Saleh melihat, karena COVID-19 ini merupakan pandemi global maka negara-negara lain pun sedang berupaya untuk mendapatkan ventilator dan alkes lainnya karena mereka semua membutuhkan itu. Persediaan di pasar internasional pun menjadi sangat terbatas dan produsen di berbagai negara pun pasti akan memprioritaskan penggunaan untuk di dalam negerinya.
“Persediaan di pasar-pasar internasional menjadi kosong untuk memperoleh ventilator itu. Sementara produsen-produsen itu pasti mengutamakan kebutuhan dalam negerinya masing-masing,” jelasnya.
Soal kualitas dan standarnya, menurut Saleh, semestinya itu tidak perlu diragukan lagi karena kedua perusahaan itu bisa memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang kualitasnya diakui dunia. Sehingga, kemampuan di dalam negeri ini harus dimaksimalkan dan jangan selalu mengandalkan impor dari negara lain karena, Indonesia juga mempunya potensi yang sangat besar.
“Lagi pula saya kira PT Pindad dan PT DI tidak keberatan lah untuk diminta tolong dalam waktu masa sekarang untuk memenuhi kebutuhan ventilator dalam negeri. Inilah saatnya perusahaan-perusahaan dalam negeri menunjukkan kiprahnya menunjukkan kontribusinya sehingga masalah-masalah yang kita hadapi di dalam negeri ini bisa teratasi dengan benar,” terang Wakil Ketua Fraksi PAN DPR ini.
Selain itu, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini juga mendorong Kemenkes untuk dapat berkunjung ke PT Pindad dan PT DI untuk melihat dan meneliti ventilator yang diproduksi seperti apa. Apakah itu sudah bisa dimanfaatkan untuk menangani pasien Corona di Indonesia atau tidak karena Kemenkes yang berwenang untuk memberikan asesmennya.
“Kita mendorong kepada pemerintah agar memaksimalkan, menggunakan sumber daya dalam negeri untuk memproduksi ventilator. Saya dengan PT Pindad dan PT DI itu kan mampu untuk memproduksi ventilator itu. Untuk itu, kita mendorong agar pemerintah memaksimalkan, memberdayakan kedua perusahaan tersebut untuk memproduksi ventilator itu,” ujar Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay kepada SINDO Media, Senin (27/4/2020).
Saleh melihat, karena COVID-19 ini merupakan pandemi global maka negara-negara lain pun sedang berupaya untuk mendapatkan ventilator dan alkes lainnya karena mereka semua membutuhkan itu. Persediaan di pasar internasional pun menjadi sangat terbatas dan produsen di berbagai negara pun pasti akan memprioritaskan penggunaan untuk di dalam negerinya.
“Persediaan di pasar-pasar internasional menjadi kosong untuk memperoleh ventilator itu. Sementara produsen-produsen itu pasti mengutamakan kebutuhan dalam negerinya masing-masing,” jelasnya.
Soal kualitas dan standarnya, menurut Saleh, semestinya itu tidak perlu diragukan lagi karena kedua perusahaan itu bisa memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang kualitasnya diakui dunia. Sehingga, kemampuan di dalam negeri ini harus dimaksimalkan dan jangan selalu mengandalkan impor dari negara lain karena, Indonesia juga mempunya potensi yang sangat besar.
“Lagi pula saya kira PT Pindad dan PT DI tidak keberatan lah untuk diminta tolong dalam waktu masa sekarang untuk memenuhi kebutuhan ventilator dalam negeri. Inilah saatnya perusahaan-perusahaan dalam negeri menunjukkan kiprahnya menunjukkan kontribusinya sehingga masalah-masalah yang kita hadapi di dalam negeri ini bisa teratasi dengan benar,” terang Wakil Ketua Fraksi PAN DPR ini.
Selain itu, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini juga mendorong Kemenkes untuk dapat berkunjung ke PT Pindad dan PT DI untuk melihat dan meneliti ventilator yang diproduksi seperti apa. Apakah itu sudah bisa dimanfaatkan untuk menangani pasien Corona di Indonesia atau tidak karena Kemenkes yang berwenang untuk memberikan asesmennya.
Lihat Juga :