Bharada E Jalankan Ritual Ini Sebelum Tembak Brigadir J
Senin, 17 Oktober 2022 - 15:50 WIB
loading...
Bharada E atau Richard Eliezer melakukan persiapan sebelum melaksanakan instruksi Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Ia berdoa sesuai keyakinannya untuk meneguhkan kesediaan menembak rekannya tersebut. FOTO/DOK.MPI
A
A
A
JAKARTA - Bharada E atau Richard Eliezer melakukan persiapan sebelum melaksanakan instruksi Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J . Ia berdoa sesuai keyakinannya untuk meneguhkan kesediaan menembak rekannya tersebut.
Hal ini diketahui dari memori dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).
"Saat Kuat Ma'ruf berada di lantai 2, Richard Eliezer juga naik ke lantai 2 dan masuk ke kamar ajudan, tapi bukannya berpikir mengurungkan dan menghindarkan diri dari rencana jahat tersebut, Richard Eliezer justru melakukan ritual berdoa berdasarkan keyakinannya meneguhkan kehendaknya sebelum melakukan perbuatan merampas nyawa korban," kata JPU saat membacakan dakwaan untuk terdakwa Ferdy Sambo terkait dugaan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Dalam dakwaan itu disebutkan, Brigadir J tengah berada di garasi rumah sambil diawasi oleh Bripka Ricky Rizal agar tak pergi kemana-mana. Saat itu, Rizal memberitahu rencana jahat Ferdy Sambo dan meminta Brigadir J menghindar dan melarikan diri tapi tidak dilakukan.
Saat Ferdy Sambo tiba di rumah Dinas Polri Duren Tiga, dia bertemu Kuat Ma'ruf di lantai 1 dalam kondisi marah dan emosi. Dengan nada tinggi Ferdy Sambo meminta saksi Wari memanggil Bripka Ricky dan Brigadir J, sedangkan Bharada E yang mendengar suara itu lantas menemui Ferdy Sambo dan berdiri di samping kanannya.
"Lalu, Ferdy Sambo mengatakan pada Richard Eliezer, kokang senjatamu. Setelah itu Richard Eliezer mengokang senjatanya dan menyelipkan di pinggang sebelah kanan," tutur JPU.
Hal ini diketahui dari memori dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).
"Saat Kuat Ma'ruf berada di lantai 2, Richard Eliezer juga naik ke lantai 2 dan masuk ke kamar ajudan, tapi bukannya berpikir mengurungkan dan menghindarkan diri dari rencana jahat tersebut, Richard Eliezer justru melakukan ritual berdoa berdasarkan keyakinannya meneguhkan kehendaknya sebelum melakukan perbuatan merampas nyawa korban," kata JPU saat membacakan dakwaan untuk terdakwa Ferdy Sambo terkait dugaan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Dalam dakwaan itu disebutkan, Brigadir J tengah berada di garasi rumah sambil diawasi oleh Bripka Ricky Rizal agar tak pergi kemana-mana. Saat itu, Rizal memberitahu rencana jahat Ferdy Sambo dan meminta Brigadir J menghindar dan melarikan diri tapi tidak dilakukan.
Saat Ferdy Sambo tiba di rumah Dinas Polri Duren Tiga, dia bertemu Kuat Ma'ruf di lantai 1 dalam kondisi marah dan emosi. Dengan nada tinggi Ferdy Sambo meminta saksi Wari memanggil Bripka Ricky dan Brigadir J, sedangkan Bharada E yang mendengar suara itu lantas menemui Ferdy Sambo dan berdiri di samping kanannya.
"Lalu, Ferdy Sambo mengatakan pada Richard Eliezer, kokang senjatamu. Setelah itu Richard Eliezer mengokang senjatanya dan menyelipkan di pinggang sebelah kanan," tutur JPU.
Lihat Juga :