Temui Kapolri Setelah Brigadir J Tewas, Ini yang Disampaikan Ferdy Sambo
Senin, 17 Oktober 2022 - 15:06 WIB
loading...
Ferdy Sambo mengaku tidak ikut menembak Brigadir J saat ditanya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: MPI/Faisal Rahman
A
A
A
JAKARTA - Jaksa dalam surat dakwaan menyatakan Ferdy Sambo sempat menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah penembakan Brigadir J di Rumah Dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ferdy Sambo ditanya Listyo Sigit soal perannya dalam kejadian itu.
"Setelah itu terdakwa Ferdy Sambo kembali memanggil saksi Hendra Kurniawan, Benny Ali, saksi Agus Nurpatria Adi Purnama dan Harun, menyampaikan bahwa ini masalah harga diri, percuma punya jabatan dan pangkat bintang dua kalo harkat dan martabat serta kehormatan keluarga hancur karena kelakuan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat," ujar Jaksa.
Baca juga: Kapolri: Ferdy Sambo Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J
Kepada Hendra dan Benny serta Agus, Ferdy Sambo mengaku sudah menemui pimpinan tertinggi Polri. Dalam pertanyaan yang diberikan itulah terlontar apakah dirinya sempat menembak Brigadir J. "Saya sudah menghadap pimpinan dan menjelaskan, pertanyaan pimpinan cuma satu, yakni 'kamu nembak nggak, Mbo?" katanya.
Ferdy pun mengatakan tidak melakukan hal yang segila itu. Terlebih senjata yang digunakan pada saat itu bisa saja menyebabkan kepala seseorang pecah.
"Setelah itu terdakwa Ferdy Sambo kembali memanggil saksi Hendra Kurniawan, Benny Ali, saksi Agus Nurpatria Adi Purnama dan Harun, menyampaikan bahwa ini masalah harga diri, percuma punya jabatan dan pangkat bintang dua kalo harkat dan martabat serta kehormatan keluarga hancur karena kelakuan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat," ujar Jaksa.
Baca juga: Kapolri: Ferdy Sambo Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J
Kepada Hendra dan Benny serta Agus, Ferdy Sambo mengaku sudah menemui pimpinan tertinggi Polri. Dalam pertanyaan yang diberikan itulah terlontar apakah dirinya sempat menembak Brigadir J. "Saya sudah menghadap pimpinan dan menjelaskan, pertanyaan pimpinan cuma satu, yakni 'kamu nembak nggak, Mbo?" katanya.
Ferdy pun mengatakan tidak melakukan hal yang segila itu. Terlebih senjata yang digunakan pada saat itu bisa saja menyebabkan kepala seseorang pecah.
Lihat Juga :