PKS Sebut Masih Ada Upaya Skenariokan Pilpres 2024 seperti 2019

Kamis, 13 Oktober 2022 - 15:56 WIB
loading...
PKS Sebut Masih Ada Upaya Skenariokan Pilpres 2024 seperti 2019
Jubir PKS Pipin Sopian meminta masyarakat hati-hati betul atas skenario untuk memunculkan hanya dua poros pada Pilpres 2024. Foto/pks.id
A A A
JAKARTA - Juru Bicara DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian mengungkapkan adanya upaya untuk membuat skenario Pilpres 2019 terulang di 2024. Dia mencium gelagat pihak-pihak tertentu agar hanya ada dua poros di Pilpres 2024 .

"PKS memiliki kepentingan 2024 untuk menang di Pileg targetnya 15 persen dan menang di Pilpres. Kemenangan yang berkah dan bermartabat. Makanya kita harus hati-hati betul," ujar Pipin dalam soft launching Relawan Jari Manies (Jaringan Rakyat Indonesia Bersama Anies Baswedan) dan diskusi Mencari Figur Cawapres Anies Baswedan di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2022).

Ia menyebutkan PKS saat ini tengah mengkaji strategi yang akan diambil dalam Pemilu dan Pilpres 2024. "Semua harus kita kaji dan pelajari. Kita harap tidak terjadi pembelahan di masyarakat. PKS ingin ada poros lebih dari dua. Kita ingin Indonesia berubah lebih baik ke depannya," ungkapnya.



PKS, kata Pipin, mengingatkan pentingnya leadership atau kepemimpinan untuk bisa membawa Indonesia bisa lebih baik ke depan.

"Kita refleksi di 2019, itu ada pembelahan, efek dari 2014. Efek dua poros. Kalau diulangi lagi ini sangat berbahaya untuk bangsa kita. Karena itu upaya untuk membuat ada dua poros, PKS akan melawan itu," lanjut Pipin Sopian.

Ia menyebutkan saat ini ada tiga poros yang terbentuk yakni Poros Koalisi Indonesia Bersatu, Poros PDIP dan Gerindra, serta poros Nasdem dan Demokrat. "Kita kaji juga apakah poros-poros ini akan membawa perubahan atau tidak," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Partai Nasional Demokrat telah mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden untuk Pilpres 2024 pada 3 Oktober 2022 lalu. Setelah itu, Anies melakukan silahturahmi ke Kantor DPP Partai Demokrat pada 7 Oktober 2022 lalu.
(muh)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4171 seconds (11.210#12.26)