3 Komandan Denjaka yang Memiliki Brevet Terbanyak, Nomor Terakhir Memulai Karier dari Tamtama

Selasa, 11 Oktober 2022 - 19:34 WIB
loading...
3 Komandan Denjaka yang...
Mantan Komandan Denjaka Letjen TNI (Mar) Suhartono. FOTO/PEN KORMAR
A A A
JAKARTA - Setidaknya ada tiga Komandan Denjaka yang memiliki brevet terbanyak. Tak hanya dari satuannya, brevet juga diperoleh dari matra lain bahkan pasukan militer luar negeri.

Denjaka merupakan singkatan dari Detasemen Jala Mengkara, unit pasukan elite yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Pasukan ini memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase serta kemampuan klandestin aspek laut.

Tak sembarang prajurit TNI AL bisa masuk dalam pasukan Denjaka, apalagi menjadi seorang Komandan. Mereka harus melalui berbagai pendidikan dan pelatihan yang sulit. Setelah dinyatakan lulus, anggota Denjaka akan diberikan brevet sebagai tanda kehormatan.

Baca juga: 3 Jenderal TNI AD yang Memiliki Brevet Wing Penerbang AU dan Denjaka

Brevet ini merupakan tanda kemahiran, kehormatan, pengabdian, tanggung jawab atau kualifikasi yang diberikan oleh korps atau angkatan kepada seorang prajurit. Berikut 3 Profil Komandan Denjaka yang memiliki brevet terbanyak:

1. Mayjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, SE, MM, MTr (Han)
3 Komandan Denjaka yang Memiliki Brevet Terbanyak, Nomor Terakhir Memulai Karier dari Tamtama


Mayjen TNI (Mar) Nur Alamsyah merupakan seorang perwira tinggi TNI AL lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut (AAL) 1989. Ia sudah melalui 14 pendidikan militer, di antaranya adalah Dikpasis (1990), Diktaifib (1992), Dikpespa Inf (1993), Suslapa II (1997), dan berbagai pendidikan militer lainnya.

Terakhir, Alamsyah mengikuti Pendidikan Reguler dari Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia atau Dikreg Lemhannas PPRA XXII (2019). Berkat kepandaiannya, Alamsyah sudah menduduki berbagai jabatan sejak ia menjadi Letnan Dua, Kapten, Mayor, Letnan Kolonel, Kolonel, Brigadir Jenderal, hingga Mayor Jenderal.

Terhitung, ia sudah memiliki 18 tanda jasa serta 8 brevet, meliputi Brevet Trimedia Taifib, Denjaka, Navy Seal, PARA, Free Fall, Kehormatan Kavaleri Marinir, Kehormatan Artileri Marinir, dan Kehormatan Arsenal.

2. Letjen TNI (Mar) Suhartono, MTr (Han)
3 Komandan Denjaka yang Memiliki Brevet Terbanyak, Nomor Terakhir Memulai Karier dari Tamtama


Letjen TNI (Mar) Suhartono adalah seorang perwira tinggi TNI AL lulusan AAL 1988. Ia sudah melalui 18 pendidikan militer, di antaranya Dikpassis A (1989), Dikpespa Mar (1993), Suslapa TNI AD (1995), Dikreg (1997), Seskoal (2001), Sesko TNI (2013), dan berbagai pendidikan militer lainnya di dalam negeri.

Ia pun mengikuti pendidikan militer di luar negeri, yakni Counter Terrorism Intelligence Analysis di BIA-CIA (1997), Commando Mariners-Cofusco di Perancis (1997), US Navy Seal-Guam di AS (1997), Terrorism Device Threat and Response di BIA-CIA (1998), Post Incident Intelligence Collection di BIA-CIA (1999), serta Counter Terror-Batalyon Kontra Terror 707 di Korea Selatan dan berbagai pendidikan lainnya.

Prestasinya di bidang militer terbilang gemilang. Suhartono berhasil melaksanakan banyak operasi tempur, salah satunya Dansatgas Gultor atau operasi pembebasan awak kapal MV Sinar Kudus di Somalia.

Suhartono sudah menduduki berbagai jabatan sejak ia berpangkat Letnan Dua hingga Letnan Jenderal. Tercatat, ia memiliki 19 tanda jasa dan 7 brevet, meliputi Brevet Trimedia Taifib, Denjaka, Navy Seal, Kesehatan TNI AL, Pin Unhan dan Setia Waspada Paspampres, serta Lencana Pomal.

3. Letjen TNI (Mar) (Purn) Raden Mas Trusono, SMn, MM
3 Komandan Denjaka yang Memiliki Brevet Terbanyak, Nomor Terakhir Memulai Karier dari Tamtama


Letjen TNI (Mar) (Purn) Raden Mas Trusono, seorang perwira tinggi TNI AL yang lulus dari Sekolah Calon Tamtama atau Secata Wamil TNI AL (1979). Ia sudah mengikuti 15 pendidikan militer, di antaranya Dik Komando Mar (1983), Dik Para Dasar TNI AU (1983), AAL (1985), dan berbagai pendidikan militer lainnya.

Trusono memulai karirnya sebagai Prajurit Dua Tamtama Remaja di Yontankfib, lalu dilanjut menjadi Letnan Dua hingga Letnan Jenderal. Namun kini, Trusono beralih ke bidang sipil dan menjabat sebagai Kepala Yayasan Sosial Bhumyamca (Yasbhum).

Trusono memiliki 23 tanda jasa dan 4 brevet, meliputi Brevet Trimedia Taifib, Denjaka, Navy Seal, dan USMC Parachutist.

MG/Afridha Khalila
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Penjelasan TNI soal...
Penjelasan TNI soal Siswa SMP di Gresik Diduga Terkena Peluru Nyasar
Rekomendasi
Daftar 34 PTS yang Masuk...
Daftar 34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026, Ada Kampusmu?
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Berita Terkini
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved