Eddie Marzuki Nalapraya, Sosok Jenderal yang Jadi Bapak Pencak Silat Dunia
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 05:37 WIB
loading...
A
A
A
Misi Persilat sendiri sesuai dengan tujuan Eddie untuk mengembangkan Pencak Silat di tingkat yang lebih tinggi (internasional) dengan memperjuangkan Pencak Silat untuk dapat dipertandingkan dalam SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.
Perjuangan Eddie tak sia-sia. Tepatnya pada tahun 1987, Pencak Silat dipertandingkan pada SEA Games. Olympic Committee of Asian (OCA) atau Komite Olimpiade Asia juga ikut mengakui Pencak Silat pada 2003. Setelah mendapat pengakuan dari OCA, Pencak Silat akhirnya resmi dipertandingkan pada Asia Beach Games 2008 di Bali, Asia Martial Art Games 2009 di Thailand, dan Indoor Games 2009 di Hanoi.
Selain itu, Pencak Silat mulai dipertunjukkan dalam festival pencak silat dunia dan Asian Games. Pada tahun 2008, Eddie juga menggagas kejuaraan Pencak Silat di seluruh Eropa dan ia ditetapkan ‘Bapak Pencak Silat Eropa di Swiss’.
Belum lama ini, Eddie dianugerahi KONI Lifetime Achievement Award in Sports yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman di kediaman legenda Pencak Silat ini di Megamendung, Bogor pada 6 September 2022 lalu.
Eddie tak kuasa menahan haru menerima penghargaan tersebut. Dia menuturkan sudah kewajibannya melestarikan budaya bangsa. "Kehormatan bagi saya, pertama kali saya didatangi oleh pimpinan KONI Pusat, terima kasih banyak," tutur Eddie.
Sebagai pejuang kemerdekaan dan tokoh Pencak Silat Tanah Air yang namanya mendunia, Eddie menerima banyak bintang tanda jasa. Pada 10 Agustus 2010, Eddie dianugerahi Bintang Mahaputera Pratama.
Kemudian, Eddie menerima tanda jasa Bintang Gerilya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia, Satyalancana Kesetiaan XXIV Tahun, Satyalancana Perang Kemerdekaan, Satya Lencana Perang Kemerdekaan I, Satyalancana Perang Kemerdekaan II, Satyalancana G.O.M V, Satyalancana Sapta Marga, Satyalancana Satya Dharma, Satyalancana Wira Dharma, dan Satyalancana Penegak. Baca juga: 3 Jenderal TNI AD yang Memiliki Brevet Wing Penerbang AU dan Denjaka
Selain itu, Eddie juga menerima penghargaan dari negara sahabat yakni Commander of the Most Noble Order of the Crown of Thailand dan Officer of the Order of Orange-Nassau dari Belanda. Ia juga mendapat gelar Doctor of Philosophy dalam bidang Martial Art dari Pasific Open University, Malaysia pada tahun 2011.
Perjuangan Eddie tak sia-sia. Tepatnya pada tahun 1987, Pencak Silat dipertandingkan pada SEA Games. Olympic Committee of Asian (OCA) atau Komite Olimpiade Asia juga ikut mengakui Pencak Silat pada 2003. Setelah mendapat pengakuan dari OCA, Pencak Silat akhirnya resmi dipertandingkan pada Asia Beach Games 2008 di Bali, Asia Martial Art Games 2009 di Thailand, dan Indoor Games 2009 di Hanoi.
Selain itu, Pencak Silat mulai dipertunjukkan dalam festival pencak silat dunia dan Asian Games. Pada tahun 2008, Eddie juga menggagas kejuaraan Pencak Silat di seluruh Eropa dan ia ditetapkan ‘Bapak Pencak Silat Eropa di Swiss’.
Belum lama ini, Eddie dianugerahi KONI Lifetime Achievement Award in Sports yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman di kediaman legenda Pencak Silat ini di Megamendung, Bogor pada 6 September 2022 lalu.
Eddie tak kuasa menahan haru menerima penghargaan tersebut. Dia menuturkan sudah kewajibannya melestarikan budaya bangsa. "Kehormatan bagi saya, pertama kali saya didatangi oleh pimpinan KONI Pusat, terima kasih banyak," tutur Eddie.
Sebagai pejuang kemerdekaan dan tokoh Pencak Silat Tanah Air yang namanya mendunia, Eddie menerima banyak bintang tanda jasa. Pada 10 Agustus 2010, Eddie dianugerahi Bintang Mahaputera Pratama.
Kemudian, Eddie menerima tanda jasa Bintang Gerilya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia, Satyalancana Kesetiaan XXIV Tahun, Satyalancana Perang Kemerdekaan, Satya Lencana Perang Kemerdekaan I, Satyalancana Perang Kemerdekaan II, Satyalancana G.O.M V, Satyalancana Sapta Marga, Satyalancana Satya Dharma, Satyalancana Wira Dharma, dan Satyalancana Penegak. Baca juga: 3 Jenderal TNI AD yang Memiliki Brevet Wing Penerbang AU dan Denjaka
Selain itu, Eddie juga menerima penghargaan dari negara sahabat yakni Commander of the Most Noble Order of the Crown of Thailand dan Officer of the Order of Orange-Nassau dari Belanda. Ia juga mendapat gelar Doctor of Philosophy dalam bidang Martial Art dari Pasific Open University, Malaysia pada tahun 2011.
(kri)
Lihat Juga :