Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan Jadi Perhatian Jokowi
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 16:09 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan bahwa penggunaan gas air mata dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: Antara
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan bahwa penggunaan gas air mata dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mahfud MD menepis isu bahwa Jokowi tidak memperhatikan penggunaan gas air mata pada tragedi Kanjuruhan.
"Ketika presiden melihat lapangan, lalu melihat 'oh ini kuncinya, ini terlalu curam, pintunya dikunci' itu saja. Itu sebagai tambahan saja," ujar Mahfud MD di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Jumat (7/10/2022).
"Tapi substansi pandangan presiden itu sudah dipidatokan hari Minggu dan Senin, bahwa itu masalah gas air mata, masalah regulasi, kedisiplinan, dan perintah mengambil tindakan itu kan perhatian presiden," sambungnya.
Baca juga: Tinjau Stadion Kanjuruhan, Jokowi: Problemnya di Pintu yang Terkunci
Bahkan, Mahfud MD menuturkan bahwa Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) terbentuk karena Presiden Jokowi salah satunya memperhatikan soal penggunaan gas air mata, serta faktor lain seperti kultur PSSI, dan ketidakprofesionalan kehendak Polri.
"Presiden justru bicara yang lebih komprehensif. Sebelum melihat bangunan itu, beliau sudah membentuk tim dan sudah bicara mengenai gas air mata, bicara tentang unprofessional kehendak dari polisi, sudah bicara tentang regulasi, tentang kultur PSSI, maka dibentuk TGIPF," sambungnya.
"Ketika presiden melihat lapangan, lalu melihat 'oh ini kuncinya, ini terlalu curam, pintunya dikunci' itu saja. Itu sebagai tambahan saja," ujar Mahfud MD di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Jumat (7/10/2022).
"Tapi substansi pandangan presiden itu sudah dipidatokan hari Minggu dan Senin, bahwa itu masalah gas air mata, masalah regulasi, kedisiplinan, dan perintah mengambil tindakan itu kan perhatian presiden," sambungnya.
Baca juga: Tinjau Stadion Kanjuruhan, Jokowi: Problemnya di Pintu yang Terkunci
Bahkan, Mahfud MD menuturkan bahwa Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) terbentuk karena Presiden Jokowi salah satunya memperhatikan soal penggunaan gas air mata, serta faktor lain seperti kultur PSSI, dan ketidakprofesionalan kehendak Polri.
"Presiden justru bicara yang lebih komprehensif. Sebelum melihat bangunan itu, beliau sudah membentuk tim dan sudah bicara mengenai gas air mata, bicara tentang unprofessional kehendak dari polisi, sudah bicara tentang regulasi, tentang kultur PSSI, maka dibentuk TGIPF," sambungnya.
Lihat Juga :