Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Pastikan Tidak Ada Pemain yang Terluka Diserang Suporter
Kamis, 06 Oktober 2022 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
"Kericuhan itu banyak pihak yang memberikan keterangan kepada kami, itu akibat gas air mata. Gas air mata membuat panik dan sebagainya sehingga ada terkonsentrasi di beberapa titik pintu, ada pintu yang terbuka sempit, ada pintu tertutup, itu yang membuat banyak jatuhnya korban," tandasnya.
Sekadar informasi, ratusan orang meninggal dunia buntut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022, malam. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Di mana, laga bergengsi tersebut dimenangkan Persebaya Surabaya.
Sejumlah oknum Aremania, suporter Arema FC yang tak terima atas kekalahan tersebut kemudian merangsek masuk ke lapangan. Anggota kepolisian kemudian menghalau para suporter dengan menembakkan gas air mata. Berkali-kali gas air mata ditembakkan ke arah bangku penonton.
Akibatnya, para penonton berhamburan keluar stadion. Para penonton yang panik kemudian berdesakan untuk bisa ke luar stadion hingga menimbulkan ratusan korban jiwa. Mayoritas korban meninggal karena kehabisan nafas dan terinjak-injak saat mencoba keluar dari stadion. Baca juga: Komnas HAM Apresiasi Masyarakat Malang Berikan Informasi Tragedi Kanjuruhan
Sejauh ini, polisi menyebut korban tewas akibat peristiwa tersebut sebanyak 131 orang. Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mendapat data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahwa korban tewas sudah mencapai 174 orang.
Sekadar informasi, ratusan orang meninggal dunia buntut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022, malam. Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC versus Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Di mana, laga bergengsi tersebut dimenangkan Persebaya Surabaya.
Sejumlah oknum Aremania, suporter Arema FC yang tak terima atas kekalahan tersebut kemudian merangsek masuk ke lapangan. Anggota kepolisian kemudian menghalau para suporter dengan menembakkan gas air mata. Berkali-kali gas air mata ditembakkan ke arah bangku penonton.
Akibatnya, para penonton berhamburan keluar stadion. Para penonton yang panik kemudian berdesakan untuk bisa ke luar stadion hingga menimbulkan ratusan korban jiwa. Mayoritas korban meninggal karena kehabisan nafas dan terinjak-injak saat mencoba keluar dari stadion. Baca juga: Komnas HAM Apresiasi Masyarakat Malang Berikan Informasi Tragedi Kanjuruhan
Sejauh ini, polisi menyebut korban tewas akibat peristiwa tersebut sebanyak 131 orang. Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mendapat data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahwa korban tewas sudah mencapai 174 orang.
(kri)
Lihat Juga :