Deretan Tokoh Pejuang Diplomasi Indonesia yang Diakui Dunia
Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
3. Mohammad Hatta
Dalam melakukan diplomasi, Mohammad Hatta selalu melandasinya dengan cinta kepada Tanah Air dan kepercayaan pada negaranya. Hal ini tergambar dalam perjuangan Mohammad Hatta saat Konferensi Meja Bundar (KMB). Saat itu Indonesia sudah merdeka, namun kedaulatannya tidak diakui dunia. Maka diplomasi dipilih sebagai solusi untuk mendapatkan pengakuan dari negara lain.
Pada 23 Agustus 1949, Konferensi Meja Bundar diadakan di Den Haag, Belanda dengan mengundang perwakilan dari berbagai negara. Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Mohammad Hatta mampu mendominasi perundingan. Saat Belanda mendesak Indonesia untuk menanggung utang perang, Hatta sempat tegas menolak meski pada akhirnya Hatta dan anggota delegasi Indonesia menyanggupinya. Bagi Hatta, yang terpenting Indonesia mendapatkan pengakuan kedaulatan.
4. Sutan Sjahrir
Sutan Sjahrir merupakan tokoh yang memiliki kontribusi besar untuk keberhasilan perjuangan diplomasi Indonesia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya upaya diplomasi yang berhasil ia lakukan sehingga juga menciptakan hubungan yang baik antara Indonesia dengan negara lainnya.
Adapun keunikan dari diplomasi yang Sutan Sjahrir lakukan adalah adanya pendekatan atas nilai-nilai humanisme dan demokratis dalam diplomasinya. Salah satu diplomasinya yang terkenal adalah diplomasi beras. Diplomasi ini dilakukan pada 1946 dan bertujuan untuk membantu masyarakat India yang sedang mengalami kelaparan.
Selain meringankan permasalahan kelaparan di India, Indonesia memperoleh hasil lain dari diplomasi ini. Melalui diplomasi tersebut, Indonesia mendapatkan rasa simpati masyarakat India atas perjuangan kemerdekaan Indonesia.
5. Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah gubernur pertama DIY dan sempat menjabat sebagai wakil presiden Indonesia. Untuk memperjuangkan Indonesia, Hamengkubuwono IX berperan dalam menjalin diplomasi dengan negara lain, khususnya Belanda.
Hubungan diplomatik dengan Kerajaan Belanda sebenarnya telah dilakukan dalam bentuk diplomasi yang dikenal dengan diplomasi budaya sejak zaman Hamengkubuwono VIII. Diplomasi ini menggunakan pendekatan budaya dengan Belanda dan dilakukan untuk menghadapi intervensi politik Belanda.
Perjuangan tersebut kemudian dilanjutkan di masa pemerintahan Hamengkubuwono IX. Tertulis dalam jurnal milik Rudi Hariyanto, dkk yang berjudul “Peranan Sultan Hamengkubuwono IX dalam Menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II,”
Hamengkubuwono IX merupakan sosok pemimpin yang penting dalam membangun hubungan antara Pemerintah RI dengan Kerajaan Belanda pada saat pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tahun 1949.
Dalam melakukan diplomasi, Mohammad Hatta selalu melandasinya dengan cinta kepada Tanah Air dan kepercayaan pada negaranya. Hal ini tergambar dalam perjuangan Mohammad Hatta saat Konferensi Meja Bundar (KMB). Saat itu Indonesia sudah merdeka, namun kedaulatannya tidak diakui dunia. Maka diplomasi dipilih sebagai solusi untuk mendapatkan pengakuan dari negara lain.
Pada 23 Agustus 1949, Konferensi Meja Bundar diadakan di Den Haag, Belanda dengan mengundang perwakilan dari berbagai negara. Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Mohammad Hatta mampu mendominasi perundingan. Saat Belanda mendesak Indonesia untuk menanggung utang perang, Hatta sempat tegas menolak meski pada akhirnya Hatta dan anggota delegasi Indonesia menyanggupinya. Bagi Hatta, yang terpenting Indonesia mendapatkan pengakuan kedaulatan.
4. Sutan Sjahrir
Sutan Sjahrir merupakan tokoh yang memiliki kontribusi besar untuk keberhasilan perjuangan diplomasi Indonesia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya upaya diplomasi yang berhasil ia lakukan sehingga juga menciptakan hubungan yang baik antara Indonesia dengan negara lainnya.
Adapun keunikan dari diplomasi yang Sutan Sjahrir lakukan adalah adanya pendekatan atas nilai-nilai humanisme dan demokratis dalam diplomasinya. Salah satu diplomasinya yang terkenal adalah diplomasi beras. Diplomasi ini dilakukan pada 1946 dan bertujuan untuk membantu masyarakat India yang sedang mengalami kelaparan.
Selain meringankan permasalahan kelaparan di India, Indonesia memperoleh hasil lain dari diplomasi ini. Melalui diplomasi tersebut, Indonesia mendapatkan rasa simpati masyarakat India atas perjuangan kemerdekaan Indonesia.
5. Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah gubernur pertama DIY dan sempat menjabat sebagai wakil presiden Indonesia. Untuk memperjuangkan Indonesia, Hamengkubuwono IX berperan dalam menjalin diplomasi dengan negara lain, khususnya Belanda.
Hubungan diplomatik dengan Kerajaan Belanda sebenarnya telah dilakukan dalam bentuk diplomasi yang dikenal dengan diplomasi budaya sejak zaman Hamengkubuwono VIII. Diplomasi ini menggunakan pendekatan budaya dengan Belanda dan dilakukan untuk menghadapi intervensi politik Belanda.
Perjuangan tersebut kemudian dilanjutkan di masa pemerintahan Hamengkubuwono IX. Tertulis dalam jurnal milik Rudi Hariyanto, dkk yang berjudul “Peranan Sultan Hamengkubuwono IX dalam Menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II,”
Hamengkubuwono IX merupakan sosok pemimpin yang penting dalam membangun hubungan antara Pemerintah RI dengan Kerajaan Belanda pada saat pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tahun 1949.
Lihat Juga :