Sejarah Terbentuknya Badan Keamanan Rakyat yang Menjadi Cikal Bakal TNI

Rabu, 05 Oktober 2022 - 13:15 WIB
loading...
Sejarah Terbentuknya...
Badan Keamanan Rakyat atau BKR memiliki kaitan yang cukup erat terhadap sejarah kelahiran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Foto DOK wikipedia
A A A
JAKARTA - Badan Keamanan Rakyat atau BKR memiliki kaitan yang cukup erat terhadap sejarah kelahiran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bahkan, BKR ini bisa disebut sebagai cikal bakal dari TNI.

Disadur dari jurnal berjudul “BKR (Badan Keamanan Rakyat): Cikal Bakal Tentara Indonesia?!” karya Widyo Nugrahanto dkk, Badan Keamanan Rakyat merupakan sebuah satuan militer yang pertama kali didirikan pasca kemerdekaan Indonesia.

Baca juga : Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta, Doktrin Perang Indonesia Menjaga Kedaulatan

Badan Keamanan Rakyat (BKR) didirikan secara resmi pada 22 Agustus 1945 dalam sidang PPKI. Saat itu, tujuan dibentuknya satuan militer ini adalah untuk mengorganisir angkatan bersenjata di tanah air.

Pasca kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, sejatinya pemerintah tidak secara langsung membentuk satuan militer negara. Akan tetapi, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) memilih untuk membentuk sebuah badan Penolong Keluarga Korban Perang yang akhirnya dikenal dengan BKR.

Adapun pertimbangan yang dipikirkan kala itu adalah pembentukan tentara kebangsaan dinilai bisa memicu serangan dari pihak Jepang atau Sekutu yang sudah bersepakat dalam menjaga status quo di Indonesia.

Pendirian BKR dilakukan bersamaan dengan pembentukan Komite Nasional Indonesia (KNI) dan Partai Nasional Indonesia (PNI). Setelah diresmikan Presiden Soekarno pada 23 Agustus 1945, Proklamator Indonesia ini juga mengajak mantan serdadu Heiho, PETA, dan kelompok kelaskaran lain untuk menjadi bagian dari Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Pada keberlanjutannya, BKR ini menjadi badan untuk mengorganisir mantan tentara PETA dan Heiho yang lebih dulu dibubarkan Jepang pada 19-20 Agustus 1945.

Setelahnya, badan keamanan ini mulai tersebar ke daerah-daerah di Indonesia. Di dalam BKR, terdapat unit kesatuan keprajuritan yang terdiri dari darat, laut, serta udara.

Pada dasarnya, Badan Keamanan Rakyat bukanlah sebuah satuan ketentaraan. Hanya saja, BKR sendiri telah melakukan tugas-tugas militer layaknya tentara nasional.

Intinya, dalam hal ini fungsi dan peran BKR adalah menunjang tugas polisi guna mengakomodir ketertiban dan keamanan di tanah air, sekaligus menjaga kewibawaan dari pemerintah Indonesia.

Baca juga : TNI dan Ancaman Nonmiliter

Tak berselang lama, desakan terus muncul dari para mantan anggota PETA dan KNIL yang menyerukan pembentukan tentara nasional dengan segera. Akhirnya, keinginan mereka semua terwujud pada 5 Oktober 1945.

Di tanggal tersebut, Badan Keamanan Rakyat (BKR) resmi berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Tujuan Presiden Soekarno melakukan perubahan ini adalah guna memperkuat keamanan secara umum.

Selain itu, perubahan ini juga ditujukan sebagai tanda bahwa pemerintah mendirikan tentara bukan untuk menghadapi musuh, melainkan untuk memelihara dan menangani masalah di dalam negeri, khususnya dalam kaitan keamanan rakyat.

Pada perkembangannya, nama satuan militer Indonesia ini kembali berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Kemudian, pada tahun 1947, Presiden Soekarno menetapkan sejak 3 Juni 1947 pembentukan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Adapun alasan yang mendasarinya adalah terdapat pemisahan antara TRI dengan beberapa badan atau laskar perjuangan lainnya. Maka dari itu, untuk proses penyatuan dibentuklah satu ketentaraan yang bernama TNI.

Demikian ulasan mengenai sejarah terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang menjadi cikal bakal TNI.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
President Club Bersama...
President Club Bersama PSAPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Gelar Peluncuran Buku Karya Chappy Hakim
Mahfud MD Sebut Militeristik...
Mahfud MD Sebut Militeristik Tak Cocok di Polri, Pakar: Perlu untuk Lindungi Rakyat
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
3 Calon Menajer Koperasi...
3 Calon Menajer Koperasi Merah Putih Gugur saat Ikuti Pelatihan Ala Militer
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Pinkan Mambo dan Arya...
Pinkan Mambo dan Arya Khan Bikin Geger dengan Resepsi Pernikahan Super Mewah di Mal
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Berita Terkini
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved