Kompolnas Dalami Penggunaan Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan
Minggu, 02 Oktober 2022 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Benny mewakili Kompolnas juga turut menyampaikan dukacita atas seluruh korban yang dilaporkan meninggal dunia atas tragedi ini. Dia pun juga mendoakan agar korban yang masih dalam perawatan dapat sembuh.
"Marilah kita beri kesempatan kepada pihak aparat setempat untuk menangani korban yang meninggal dunia dan korban yang luka di rumah sakit karena jumlahnya banyak maka perlu penanganan ekstra," tuturnya.
Baca juga: Lee Min Ho Ikut Berduka atas Tragedi Kanjuruhan: Doa untuk Indonesia
Sebagai informasi, korban tewas akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dikabarkan kembali bertambah. Dari informasi yang diterima Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), korban tewas bertambah menjadi 153 orang. Namun keterangan resmi aparat keamanan korban sementara berjumlah 129 orang.
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, terjadi pasca Arema dikalahkan Persebaya. Situasi semakin mencekam ketika pihak kepilisian mulai menembakkan gas air mata ke salah satu sisi tribun. Dikabarkan dari situ, banyak suporter yang terinjak-injak hingga kehabisan napas.
"Marilah kita beri kesempatan kepada pihak aparat setempat untuk menangani korban yang meninggal dunia dan korban yang luka di rumah sakit karena jumlahnya banyak maka perlu penanganan ekstra," tuturnya.
Baca juga: Lee Min Ho Ikut Berduka atas Tragedi Kanjuruhan: Doa untuk Indonesia
Sebagai informasi, korban tewas akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dikabarkan kembali bertambah. Dari informasi yang diterima Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), korban tewas bertambah menjadi 153 orang. Namun keterangan resmi aparat keamanan korban sementara berjumlah 129 orang.
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, terjadi pasca Arema dikalahkan Persebaya. Situasi semakin mencekam ketika pihak kepilisian mulai menembakkan gas air mata ke salah satu sisi tribun. Dikabarkan dari situ, banyak suporter yang terinjak-injak hingga kehabisan napas.
(abd)
Lihat Juga :