Berharap Energi Murah dari Badan Usaha Swasta
Kamis, 29 September 2022 - 17:23 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, badan usaha swasta seperti Vivo, Shell, BP menjual BBM beroktan 92 dengan harga yang tak jauh berbeda yakni Rp14.990 per liter hingga Rp15.420 per liter. Dengan kualitas yang ndiyakini oleh penggunanya. Logika masyarakat pun bekerja dengan maksimal. Bagaimana mungkin harga BBM sejenis, namun harga keekonomian Pertamax jauh lebih mahal. Sedangkan SPBU swasta daria logika bisnis, tak mungkin menjual dengan harga rugi atau memberikan subsidi.
Kesadaran masyarakat untuk beralih menggunakan BBM berkualitas itu sejatinya merupakan momentum bagi perusahaan swasta untuk mengembangkan jaringannya. Juga untuk memperkuat infrastruktur serta melakukan inovasi layanan lebih baik lagi. Mengingat di masa depan, persaingan bisnis tak lagi berdasarkan pada harga, karena kelas menengah Indonesia tak lagi pricesensitive, namun lebih ke masalah pelayanan.
Inovasi layanan yang dilakukan Vivo, Shell, BP harus terus ditingkatkan. Misalnya, SPBU Shell memberikan diskon hingga Rp3.300 per liter untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ selama September 2022. Juga inovasi dari BP yang menghadirkan program gratis 1 liter BBM untuk pembelian dalam volume tertentu.
Peningkatan layanan yang dibarengi dengan inovasi perlu dilakukan, Ambil contoh industri seluler, saat operator seluler hanya didominasi satu operator, harga kartu perdana, hingga biaya panggilan telepon sangat mahal. Namun dengan semakin banyaknya jumlah operator yang memberikan pelayanan lebih, secara otomatis, operator akan menyesuaikan dengan keinginan pasar. Hasilnya, operator seluler berlomba memberikan layanan terbaik, yang dibarengi dengan semakin murahnya tarif.
Pemerintah pun perlu memberikan ruang dan level playingfield yang sama. Agar rakyat memiliki banyak pilihan dalam mengakses energi murah di Tanah Air. Apabila swasta diberikan dukungan dan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan infrastrukturnya, hal itu tentunya akan mengurangi beban subsidi BBM yang harus digelontorkan oleh negara. Beban subsidi itu tentunya akan beralih ke swasta.
Kesadaran masyarakat untuk beralih menggunakan BBM berkualitas itu sejatinya merupakan momentum bagi perusahaan swasta untuk mengembangkan jaringannya. Juga untuk memperkuat infrastruktur serta melakukan inovasi layanan lebih baik lagi. Mengingat di masa depan, persaingan bisnis tak lagi berdasarkan pada harga, karena kelas menengah Indonesia tak lagi pricesensitive, namun lebih ke masalah pelayanan.
Inovasi layanan yang dilakukan Vivo, Shell, BP harus terus ditingkatkan. Misalnya, SPBU Shell memberikan diskon hingga Rp3.300 per liter untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ selama September 2022. Juga inovasi dari BP yang menghadirkan program gratis 1 liter BBM untuk pembelian dalam volume tertentu.
Peningkatan layanan yang dibarengi dengan inovasi perlu dilakukan, Ambil contoh industri seluler, saat operator seluler hanya didominasi satu operator, harga kartu perdana, hingga biaya panggilan telepon sangat mahal. Namun dengan semakin banyaknya jumlah operator yang memberikan pelayanan lebih, secara otomatis, operator akan menyesuaikan dengan keinginan pasar. Hasilnya, operator seluler berlomba memberikan layanan terbaik, yang dibarengi dengan semakin murahnya tarif.
Pemerintah pun perlu memberikan ruang dan level playingfield yang sama. Agar rakyat memiliki banyak pilihan dalam mengakses energi murah di Tanah Air. Apabila swasta diberikan dukungan dan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan infrastrukturnya, hal itu tentunya akan mengurangi beban subsidi BBM yang harus digelontorkan oleh negara. Beban subsidi itu tentunya akan beralih ke swasta.
Lihat Juga :