alexametrics

Jokowi Diyakini Pertahankan Erick, Prabowo, dan Basuki

loading...
Jokowi Diyakini Pertahankan Erick, Prabowo, dan Basuki
Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu duduk di tangga Istana Negara setelah dilantik pada 2019 lalu. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Isu perombakan atau reshuffle kabinet mengemuka menyusul teguran Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada sejumlah menterinya dalam Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, 18 Juni 2020.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai sulit menyebut nama menteri mana yang akan terkena reshuffle.

Menurut Pangi, parameter terkait menteri yang akan diganti atau dipertahankan sudah ada di kepala Jokowi.

Pangi menyebut tiga nama menteri, yakni Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Erick Thohir kemungkinan besar menjadi nama yang dipertahankan.



"Nama-nama itu bisa jadi ada dalam persepsi Jokowi. Nama-nama itu bisa jadi yang dipercaya Jokowi sebagai menteri dengan kinerja baik," kata Pangi lewat keterangannya Jumat (3/7/2020). (Baca juga: Heboh Isu Reshuffle, Ini Jejak Bongkar Pasang Menteri Era Jokowi)

Pangi menjelaskan, saat ini Jokowi membutuhkan menteri yang bisa membuat gebrakan. Namun yang terpenting pula adalah kinerja menteri bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.
"Jadi bukan sekadar populer tapi parameternya kinerjanya benar-benar dirasakan publik," kata Pangi.



Sekalipun begitu, Pangi menilai reshuffle adalah perkara mudah bagi Presiden Jokowi. Sebagai kepala pemerintahan di periode terakhir, Jokowi semestinya tidak punya beban untuk membongkar pasang kabinet. "Yang jelas parameternya adalah kinerja, bukan letupan politik," kata Pangi.

Dia juga berpendapat menteri seperti Basuki atau Erick Thohir adalah menteri yang gebrakannya paling terasa.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak