Peluang Indonesia Menjadi Produsen Kendaraan Listrik
Selasa, 27 September 2022 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip International Energy Agency (IEA) dalam laporannya pada 2022, prospek mobil listrik mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2021, pangsa pasar mobil listrik global tercatat sebesar 8,57%. Selain itu, penjualan mobil listrik juga meningkat hingga mencapai 6,7 juta unit pada 2021. Angka ini tumbuh 116,13% dibanding penjualan 2020 yang hanya berjumlah 3,1 juta unit. Begitu pula pada pengembangan pengisi daya untuk kendaraan listrik juga mengalami peningkatan menjadi 1,3 juta pada 2020.
Kita dapat mencontoh Norwegia, salah satu negara penghasil minyak bumi yang memiliki kesadaran lingkungan. Populasi mobil listrik di Norwegia bisa terbilang cukup banyak, total dominasi mobil listrik di sana adalah 83,7% dari total keseluruhan mobil yang terdaftar.
Kendaraan listrik memiliki sisi positif dan juga negatif. Dari sisi positif kendaraan listrik ini sangat ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Dari sisi negatif dengan harga yang diberikan sangat mahal dan juga untuk beberapa properti dalam mobil listrik belum dijual bebas Indonesia.
Namun sayangnya, kondisi tidak ditangkap anak bangsa untuk memproduksi secara masal kendaraan listrik nasional. Padahal ini dapat menjadi tonggak Indonesia sebagai produsen kendaraan listrik.
Memang dibutukan dukungan pemerintah untuk menjembatani hasil-hasil penelitian anak bangsa, dengan produsen industri automotif dalam memproduksi massal hasil penelitiannya. Harga jual yang tinggi dan ketersediaan baterai sebagai bahan bakar mobil listrik juga menjadi hambatan utama dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia.
Kita dapat mencontoh Norwegia, salah satu negara penghasil minyak bumi yang memiliki kesadaran lingkungan. Populasi mobil listrik di Norwegia bisa terbilang cukup banyak, total dominasi mobil listrik di sana adalah 83,7% dari total keseluruhan mobil yang terdaftar.
Kendaraan listrik memiliki sisi positif dan juga negatif. Dari sisi positif kendaraan listrik ini sangat ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Dari sisi negatif dengan harga yang diberikan sangat mahal dan juga untuk beberapa properti dalam mobil listrik belum dijual bebas Indonesia.
Namun sayangnya, kondisi tidak ditangkap anak bangsa untuk memproduksi secara masal kendaraan listrik nasional. Padahal ini dapat menjadi tonggak Indonesia sebagai produsen kendaraan listrik.
Memang dibutukan dukungan pemerintah untuk menjembatani hasil-hasil penelitian anak bangsa, dengan produsen industri automotif dalam memproduksi massal hasil penelitiannya. Harga jual yang tinggi dan ketersediaan baterai sebagai bahan bakar mobil listrik juga menjadi hambatan utama dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia.
Lihat Juga :