Oknum Pejabat Arogan, Jaga Emosi di Ruang Publik
Senin, 26 September 2022 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
Selain dua kejadia di atas, aksi arogansi pejabat juga terjadi di kota-kota lain termasuk Jakarta. Terakhir di Jakarta aksi koboi dipertontontan seorang oknum pejabat Kementerian Pertahanan yang menodongkan pistol ketika berkendara di jalan tol Jagorawi. Oknum tersebut emosi karena tidak diberikan jalan oleh pengendara lain di depannya.
Sejumlah kasus yang memperlihatkan arogansi di ruang publik ini sedikit memberikan gambaran bagaimana sesungguhnya perilaku oknum pejabat kita. Oknum-oknum ini pula lah yang kemudian membuat masyarakat tidak jarang memberikan stempel buruk terjadap pejabat.
Maklum, masyarakat kini sudah muak dengan aksi korupsi yang melibatkan pejabat mulai dari pejabat pusat, pejabat daerah, anggota dewan, bahkan hingga penegak hukum. Tak salah pula rasanya apabila masyarakat menjadikan media sosial sebagai tempat mencurahkan uneg-uneg jika melihat ada pejabat yang berperilaku tidak pantas.
Bagi para pejabat, peristiwa semacam ini hendaknya menjadi pelajaran bahwa perilaku mereka akan selalu menjadi perhatian di mana pun berada. Tak hanya di area publik, di area privat pun bisa jadi bahan pergunjingan apabila dianggap melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Dari aksi-aksi koboi ini oknum pejabat ini pula kita semestinya bisa mengambil hikmah bahwa bagaimanapun kesalahan orang di ruang publik, ketidakteraturan, bahkan perbuatan tidak menyenangkan pun semestinya bisa disikapi dengan santun dan santai. Di sinilah perlunya sikap lebih dewasa, menghargai, legawa, dan saling menghormati diterapkan di ruang publik.
Sejumlah kasus yang memperlihatkan arogansi di ruang publik ini sedikit memberikan gambaran bagaimana sesungguhnya perilaku oknum pejabat kita. Oknum-oknum ini pula lah yang kemudian membuat masyarakat tidak jarang memberikan stempel buruk terjadap pejabat.
Maklum, masyarakat kini sudah muak dengan aksi korupsi yang melibatkan pejabat mulai dari pejabat pusat, pejabat daerah, anggota dewan, bahkan hingga penegak hukum. Tak salah pula rasanya apabila masyarakat menjadikan media sosial sebagai tempat mencurahkan uneg-uneg jika melihat ada pejabat yang berperilaku tidak pantas.
Bagi para pejabat, peristiwa semacam ini hendaknya menjadi pelajaran bahwa perilaku mereka akan selalu menjadi perhatian di mana pun berada. Tak hanya di area publik, di area privat pun bisa jadi bahan pergunjingan apabila dianggap melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Dari aksi-aksi koboi ini oknum pejabat ini pula kita semestinya bisa mengambil hikmah bahwa bagaimanapun kesalahan orang di ruang publik, ketidakteraturan, bahkan perbuatan tidak menyenangkan pun semestinya bisa disikapi dengan santun dan santai. Di sinilah perlunya sikap lebih dewasa, menghargai, legawa, dan saling menghormati diterapkan di ruang publik.
Lihat Juga :