Surat Usulan BP2MI soal Pembebanan Biaya Penempatan kepada PMI Dikritik
Sabtu, 24 September 2022 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Secara etika menurut Amri, seharusnya surat-surat tersebut seharusnya ditujukan kepada Kemenaker sebagai perwakilan pemerintah. "Bukan langsung kepada Teto Taiwan. Apalagi Indonesia menganut prinsip one policy dengan Pemerintah Tiongkok dan bukan kepada Taiwan," katanya.
Amri melanjutkan bahwa keputusan yang diambil oleh Kepala BP2MI Beny Rhamdani tentang usulan Surat Pernyataan Pembebanan Biaya Penempatan bagi PMI sangat bertentangan dengan semangat Pasal 30 UU Nomor 18 Tahun 2017 yang berbunyi: “Dilarang Membebankan Biaya Penempatan Kepada Pekerja Migran Indonesia”
"Dan ini perlu menjadi catatan bagi Komisi IX DPR RI agar kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan undang-undang harus dibatalkan sebagaimana yang telah diputuskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 8 Juli 2022 lalu," jelasnya. Baca juga: Anggaran BP2MI Perlu Ditambah Agar Perlindungan Pekerja Migran Lebih Maksimal
Saat RDP yang hadir adalah Kemnaker, BP2MI dan Assosiasi P3MI sebagai Pelaku Penempatan. "Ini akan merugikan bangsa kita sendiri khususnya para Pahlawan Devisa yang turut berjuang menghasilkan devisa bagi negara dan bangsa," kata Amri.
Amri melanjutkan bahwa keputusan yang diambil oleh Kepala BP2MI Beny Rhamdani tentang usulan Surat Pernyataan Pembebanan Biaya Penempatan bagi PMI sangat bertentangan dengan semangat Pasal 30 UU Nomor 18 Tahun 2017 yang berbunyi: “Dilarang Membebankan Biaya Penempatan Kepada Pekerja Migran Indonesia”
"Dan ini perlu menjadi catatan bagi Komisi IX DPR RI agar kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan undang-undang harus dibatalkan sebagaimana yang telah diputuskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 8 Juli 2022 lalu," jelasnya. Baca juga: Anggaran BP2MI Perlu Ditambah Agar Perlindungan Pekerja Migran Lebih Maksimal
Saat RDP yang hadir adalah Kemnaker, BP2MI dan Assosiasi P3MI sebagai Pelaku Penempatan. "Ini akan merugikan bangsa kita sendiri khususnya para Pahlawan Devisa yang turut berjuang menghasilkan devisa bagi negara dan bangsa," kata Amri.
(kri)
Lihat Juga :