Pangkat Terakhir 7 Pahlawan Revolusi Setelah Mendapatkan Penghargaan Anumerta

Jum'at, 23 September 2022 - 10:48 WIB
loading...
A A A
Pada 1 Oktober 1965 Brigadir Jenderal D. I. Panjaitan diculik dan dibunuh oleh gerombolan PKI. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Pangkat MT Haryono dinaikkan dari Brigadir Jenderal menjadi Mayor Jenderal.

6. Mayjen Anumerta Sutoyo Siswomiharjo (1922-1965)
Pangkat Terakhir 7 Pahlawan Revolusi Setelah Mendapatkan Penghargaan Anumerta

Foto/Repro Buku Ensiklopredia Pahlawan Nasional

Sutoyo Siswomiharjo lahir 28 Agustus 1922 di Kebumen, Jawa Tengah. Pada masa pendudukan Jepang ia mendapat pendidikan pada Balai Pendidikan Pegawai Tinggi di Jakarta, dan kemudian menjadi pegawai negeri pada Kantor Kabupaten di Purworejo.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan ia memasuki TKR bagian Kepolisian, akhirnya menjadi anggota Corps Polisi Militer. Sutoyo diangkat menjadi ajudan Kolonel Gatot Subroto, kemudian menjadi Kepala Bagian Organisasi Resimen II Polisi Tentara di Purworejo. Setelah itu Sutoyo Sisworniharjo berturut-turut menjadi Kepala CPM Yogyakarta, Komandan CPM Detasemen III Surakarta, Kepala Staf Markas Besar Polisi Militer 1954, dan Asisten Atase Militer RI untuk lnggris pada 1956.

Setelah mengikuti kursus C Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung, Sutoyo diserahi tugas sebagaiPejabat Sementara Inspektur Kehakirnan Angkatan Darat. Tahun 1961 ia diserahi tugas sebagai Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat.

Ketika Gerakan 30 September meletus, Sutoyo diculik dan dibunuh oleh pemberontak PKI, karena Sutoyo tidak setuju dengan rencana pernbentukan Angkatan Kelirna. Sutoyo diculik dan dibunuh 1 Oktober 1965 dinihari. Jenazahnya dimakamkan diTaman Makam Kalibata, Jakarta. Pangkat Sutoyo Siswomiharjo juga dinaikan dari Brigadir Jenderal menjadi Mayor Jenderal.

7. Kapten Anumerta Piere Tendean (1939-1965)
Pangkat Terakhir 7 Pahlawan Revolusi Setelah Mendapatkan Penghargaan Anumerta

Foto/Wikipedia

Piere Tendean lahir 21 Februari 1939 di Jakarta. Selesai mengikuti pendidikan di Akademi Militer Jurusan Teknik tahun 1962 ia menjabat Komandan Peleton Batalyon Zeni Tempur 2 Komando Daerah Militer II/Bukit Barisan di Medan. Ia ikut bertugas menyusup ke daerah Malaysia ketika sedang berkonfrontasi dengan Malaysia.

Sejak kecil Piere Tendean memiliki sifat-sifat yang menyenangkan yakni rendah hati, suka bergaul, dan suka menolong. Karena itu ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Sekolah Menengah maupun ketika menjadi Taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD), ia selalu banyak mempunyai teman dan disayangi oleh guru, pimpinan sekolah, dan instrukturnya.

Pada April 1965, Piere Tendean diangkat sebagai ajudan Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Nasution. Pada I Oktober l 965, dinihari gerombolan pemberontak PKI mengepung rumah Jenderal AH. Nasution. Piere Tendean yang berada di sana ditangkap dan dibunuh. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam PahlawanKalibata, Jakarta. Pangkat Pierre Tendean dinaikkan dari Letnan Satu menjadi Kapten.

Itulah pangkat terakhir 7 Pahlawan Revolusi setelah mendapatkan penghargaan anumerta.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pigai Usul Sertifikat...
Pigai Usul Sertifikat HAM Jadi Syarat Naik Pangkat, Polri Buka Suara
TNI AD Bentuk Tim Investigasi...
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
1 Prajurit Tewas dan...
1 Prajurit Tewas dan 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
44 Pati TNI AD Resmi...
44 Pati TNI AD Resmi Naik Pangkat, Ini Nama dan Jabatannya
Selamat! 105 Pati TNI...
Selamat! 105 Pati TNI Naik Pangkat, Terbanyak dari Angkatan Darat
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Rekomendasi
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Berita Terkini
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Infografis
7 Tur Konser Musik yang...
7 Tur Konser Musik yang Mendapatkan Penghasilan Terbesar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved