Bupati Kutai Timur dan Istri Ditangkap, KPK: Ada Suap Berulang
Jum'at, 03 Juli 2020 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
"Kamis malam kita amankan Bupati Kutai Timur (Ismunandar) beserta istrinya (Encek) dan seorang Kepala Bappeda dari sebuah daeri sebuah daerah di sebuah hotel di Jakarta. Nama istrinya bupati, yang konon menjabat sebagai Ketua DPRD," kata Nawawi saat dikonfirmasi SINDO Media di Jakarta, Jumat (3/7/2020).
Mantan ketua Pengadilan Negeri Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur ini membeberkan, selain Ismunandar, Encek UR Firgasih, dan satu orang Kepala Bappeda sebuah daerah juga ada beberapa staf dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim dan pihak rekanan yang diduga sebagai pemberi suap. "Ada pihak rekanan pemberi suap," ujar Nawawi.
(Baca: KPK Lakukan OTT di Kaltim, Bupati Kutai Timur Diciduk)
Di sisi lain, Nawawi belum mau membuka identitas rekanan tersebut dan kaitan spesifik dengan proyek apa. Yang jelas kata dia, ada uang uang telah disita beserta beberapa buku rekening. Nawawi tetap belum bisa memastikan apakah jumlah uang yang disita mencapai ratusan juta atau miliaran rupiah.
"Barang bukti yang disita dari tiga lokasi berupa sejumlah uang dan beberapa buku rekening bank. Untuk uang belum terkonfirmasi jumlahnya. Ini transaksi berulang. Insya Allah konpers nanti bisa disampaikan," tegasnya.
Mantan ketua Pengadilan Negeri Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur ini membeberkan, selain Ismunandar, Encek UR Firgasih, dan satu orang Kepala Bappeda sebuah daerah juga ada beberapa staf dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim dan pihak rekanan yang diduga sebagai pemberi suap. "Ada pihak rekanan pemberi suap," ujar Nawawi.
(Baca: KPK Lakukan OTT di Kaltim, Bupati Kutai Timur Diciduk)
Di sisi lain, Nawawi belum mau membuka identitas rekanan tersebut dan kaitan spesifik dengan proyek apa. Yang jelas kata dia, ada uang uang telah disita beserta beberapa buku rekening. Nawawi tetap belum bisa memastikan apakah jumlah uang yang disita mencapai ratusan juta atau miliaran rupiah.
"Barang bukti yang disita dari tiga lokasi berupa sejumlah uang dan beberapa buku rekening bank. Untuk uang belum terkonfirmasi jumlahnya. Ini transaksi berulang. Insya Allah konpers nanti bisa disampaikan," tegasnya.
Lihat Juga :