Wapres: Science dan Teknologi Kunci Semua Negara untuk Maju

Kamis, 22 September 2022 - 04:32 WIB
loading...
Wapres: Science dan...
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menegaskan science dan teknologi merupakan kunci semua negara untuk maju.Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menegaskan science dan teknologi merupakan kunci semua negara untuk maju.

Hal itu diungkapkan Wapres usai menerima Ketua Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Satryo Soemantri Brodjonegoro, beserta jajaran di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Rabu. 21 September 2022.

“Science dan teknologi itu adalah kunci bagi semua negara untuk maju,” kata Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi dalam keterangan resminya, Kamis (22/9/2022).

Sebagai informasi, Science20 (S20) merupakan pertemuan atau forum bagi para researcher (peneliti) dan scientist (ilmuwan) dari seluruh negara G20 untuk berkumpul dan membahas keilmuan yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan global serta ilmu pengetahuan dan terapannya dalam kehidupan manusia.

Baca juga: Wapres Ingatkan Serangan Siber Bisa Melemahkan Pertahanan Nasional

Wapres pun mengapresiasi keberhasilan AIPI pada penyelenggaraan Science 20. Dia mendorong agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan ke depannya dengan mengusung tema-tema yang berbeda dan menghadirkan tidak hanya ilmuwan senior, namun juga para ilmuwan muda.

Baca juga: Wapres Ma’ruf Amin: Serangan Siber Harus Jadi Alarm Pemerintah

“Wakil Presiden sangat apresiasi terhadap pertemuan ini, bahkan beliau berharap agar ada pertemuan lanjutan. Bahkan Wakil Presiden juga bersedia untuk menjadi pembicara utama dalam pertemuan ilmuwan lanjutan itu, tetapi yang diharapkan itu adalah terutama ilmuwan-ilmuwan muda sebagai re-generasi,” tutur Masduki.

Wapres memandang, bahwa forum seperti ini yang melibatkan pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri merupakan sarana strategis untuk saling bertukar pikiran untuk kemaslahatan masyarakat di seluruh dunia, dalam hal ini khususnya untuk para ilmuwan.

“Jadi ilmuwan-ilmuwan yang sekarang sudah ada potensi dari ilmuwan-ilmuwan muda ini sangat besar, dilaporkan juga tadi, dan Wapres sangat appreciate (mengapresiasi), karena ini kaitannya dengan maju dan tidaknya bangsa ini ke depan,” tegasnya.

Berbagai usulan pun mengemuka dalam pertemuan ini. Salah satunya bahwa segala temuan yang dihasilkan dari ilmu pengetahuan jangan sampai memakan korban manusia.

“Indonesia mengusulkan bagaimana agar temuan science dan teknologi itu, tetap saja kalau terjadi berbagai akibat, perubahan-perubahan, disrupsi, jangan sampai yang namanya manusia itu menjadi korban. Jadi yang namanya temuan teknologi itu basisnya itu adalah basis manusia, untuk memanfaatkan manusia. Oleh karena itu, sekecil mungkin manusia setidaknya tidak menjadi korban, terutama dalam konteks pekerjaan. Itu yang menjadi inti kesepakatan,” ungkap Masduki.

“Itu diusulkan oleh ilmuwan Indonesia dan disepakati di seluruh dunia. Jadi inisiatif dan gagasan Indonesia diterima, bahwa perubahan apa pun yang terjadi akibat temuan science dan teknologi baru intinya harus berpusat pada eksistensi manusia,” tambahnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Kunjungi ITB, Muhaimin:...
Kunjungi ITB, Muhaimin: Saatnya Indonesia Naik Kelas Jadi Negara Maju
Menuju Status Negara...
Menuju Status Negara Maju di Tengah Ketidakpastian Global
HT: Masyarakat Naik...
HT: Masyarakat Naik Kelas Ekonominya, Negara Makin Cepat Maju
Lemdiklat Polri Kembangkan...
Lemdiklat Polri Kembangkan KMS PEDULI, Inovasi Digital untuk Pengentasan Kemiskinan
Ridwan Kamil Ucapkan...
Ridwan Kamil Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi Atas Kepemimpinannya selama 10 Tahun
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Kelas Menengah Terus...
Kelas Menengah Terus Menyusut, Mampukah RI Jadi Negara Maju di 2045?
Bank Dunia Nilai RI...
Bank Dunia Nilai RI Tak Bisa Jadi Negara Maju: Susah Keluar dari Middle Income Trap
Rekomendasi
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved