Meluruskan Makna Doktrin Al Wala' Wal Bara' yang Dibawa Kelompok Radikal
Rabu, 21 September 2022 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Dosen Pasca Sarjana di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta ini mengatakan, dewasa ini ungkapan tersebut menjadi doktrin negatif yang mendominasi banyak kelompok radikal.
Baca juga: Radikalisme Jadi Isu Global, Wapres: Umat Islam Harus Berpikir Moderat
"Mereka memandang Al Wala' Wal Bara' itu hanya semata-mata untuk orangnya saja, untuk orang muslim saja. Kalau yang bukan muslim itu tidak bisa loyal bahkan mengganggu dan mengancam orang lain karena menganggap Itu bukan bagian dari mereka, itu adalah suatu kekeliruan tentang memaknai Al Wala' Wal Bara'," kata pria yang akrab disapa Kiai Suaib ini.
Padahal di dalam ajaran Islam tidak ada batasan dalam pergaulan. Karena sejatinya manusia memiliki hubungan hak dan kewajiban dengan manusia lainnya, terlebih dalam hal yang bersifat kepentingan umum.
"Di dalam Islam itu tidak ada batasan pergaulan. Orang mau bergaul sama siapa pun itu tidak ada masalah. Kita ini hidup sebagai manusia, ada hubungan terhadap sasama manusia, ada hak dan kewajiban kita terhadap sesama manusia," ujar pria yang sering memberikan pencerahan melalui channel Youtube Maton TV ini.
Menurutnya, di era sekarang ini manusia hidup dalam satu negara, hidup dalam satu komunitas yang tentunya tidak boleh membatasi diri dalam bergaul hanya sesama muslim saja. Itu artinya sama saja membentuk segregasi dalam kehidupan sosial. Karena membentuk perbedaan-perbedaan sosial itu tidak bagus, termasuk dalam kasus penolakan pembangunan rumah ibadah umat nonmuslim.
Baca juga: Radikalisme Jadi Isu Global, Wapres: Umat Islam Harus Berpikir Moderat
"Mereka memandang Al Wala' Wal Bara' itu hanya semata-mata untuk orangnya saja, untuk orang muslim saja. Kalau yang bukan muslim itu tidak bisa loyal bahkan mengganggu dan mengancam orang lain karena menganggap Itu bukan bagian dari mereka, itu adalah suatu kekeliruan tentang memaknai Al Wala' Wal Bara'," kata pria yang akrab disapa Kiai Suaib ini.
Padahal di dalam ajaran Islam tidak ada batasan dalam pergaulan. Karena sejatinya manusia memiliki hubungan hak dan kewajiban dengan manusia lainnya, terlebih dalam hal yang bersifat kepentingan umum.
"Di dalam Islam itu tidak ada batasan pergaulan. Orang mau bergaul sama siapa pun itu tidak ada masalah. Kita ini hidup sebagai manusia, ada hubungan terhadap sasama manusia, ada hak dan kewajiban kita terhadap sesama manusia," ujar pria yang sering memberikan pencerahan melalui channel Youtube Maton TV ini.
Menurutnya, di era sekarang ini manusia hidup dalam satu negara, hidup dalam satu komunitas yang tentunya tidak boleh membatasi diri dalam bergaul hanya sesama muslim saja. Itu artinya sama saja membentuk segregasi dalam kehidupan sosial. Karena membentuk perbedaan-perbedaan sosial itu tidak bagus, termasuk dalam kasus penolakan pembangunan rumah ibadah umat nonmuslim.
Lihat Juga :