Airlangga Terima Kunjungan Prabowo, Bahas Food Estate, Kemandirian Ekonomi hingga Geopolitik Dunia
Selasa, 20 September 2022 - 16:18 WIB
loading...
A
A
A
Keduanya juga membahas lebih teknis terkait isu ketahanan pangan, terutama setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini yang mengarahkan agar para menteri dalam kabinetnya terus menjaga ketahanan pangan, melalui peningkatan produktivitas di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor pangan.
Baca juga: Ungkap Capaian Positif Ekonomi dan Kekayaan Budaya, Menko Airlangga: Indonesia Kian Diperhitungkan Dunia
Presiden menginginkan agar neraca ketersediaan dan harga berbagai komoditas terjaga, seperti kedelai, cabai dan bawang merah agar bisa tetap terjaga sampai akhir 2022. Selain itu, Presiden menyampaikan agar dapat mendorong peningkatan produksi kedelai nasional sehingga kebutuhan kedelai dalam negeri sebesar 2,4 juta ton tidak 100% bergantung kepada impor.
”Presiden juga menginginkan agar petani bisa memproduksi kedelai, dan meminta BUMN untuk membeli dari petani dengan harga Rp10.000 (per kilogram), sehingga harga yang sudah dijamin ini menjadi cukup menarik bagi petani agar mau menanam kedelai,” ucapnya.
Selain itu, Presiden juga mendorong penggunaan bibit unggul yang telah direkayasa secara genetik atau atau Genetically Modified Organism (GMO), agar produktivitas bisa meningkat. Harapannya, dengan GMO produksi kedelai bisa meningkat hampir 2 kali lipat, yaitu dari sekarang sekitar 1,6 - 2 ton per hektare menjadi 3,5 - 4 ton per hektare.
Baca juga: Ungkap Capaian Positif Ekonomi dan Kekayaan Budaya, Menko Airlangga: Indonesia Kian Diperhitungkan Dunia
Presiden menginginkan agar neraca ketersediaan dan harga berbagai komoditas terjaga, seperti kedelai, cabai dan bawang merah agar bisa tetap terjaga sampai akhir 2022. Selain itu, Presiden menyampaikan agar dapat mendorong peningkatan produksi kedelai nasional sehingga kebutuhan kedelai dalam negeri sebesar 2,4 juta ton tidak 100% bergantung kepada impor.
”Presiden juga menginginkan agar petani bisa memproduksi kedelai, dan meminta BUMN untuk membeli dari petani dengan harga Rp10.000 (per kilogram), sehingga harga yang sudah dijamin ini menjadi cukup menarik bagi petani agar mau menanam kedelai,” ucapnya.
Selain itu, Presiden juga mendorong penggunaan bibit unggul yang telah direkayasa secara genetik atau atau Genetically Modified Organism (GMO), agar produktivitas bisa meningkat. Harapannya, dengan GMO produksi kedelai bisa meningkat hampir 2 kali lipat, yaitu dari sekarang sekitar 1,6 - 2 ton per hektare menjadi 3,5 - 4 ton per hektare.
Lihat Juga :