Banyak Peneliti Mumpuni, Stafsus Presiden Sebut Ekosistem Riset Perlu Diperkuat
Senin, 19 September 2022 - 14:16 WIB
loading...
Staf Khusus (Stafsus) Presiden Diaz Hendropriyono saat bertemu Rektor Universitas Brawijaya (Unibraw) Profesor Widodo. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Staf Khusus (Stafsus) Presiden Diaz Hendropriyono menganggap Indonesia memiliki banyak stok peneliti yang mumpuni. Sehingga diperlukan ekosistem riset yang baik dan mendukung.
Hal itu disampaikannya saat bertemu Rektor Universitas Brawijaya (Unibraw) Profesor Widodo setelah kegiatan Wisuda pada Sabtu 17 September 2022. Dalam kesempatan itu, Diaz menyampaikan komitmen pemerintah dalam pengembangan riset.
"Indonesia kaya akan sumber daya manusia peneliti yang unggul, cerdas, dan mumpuni. Namun, hasil riset kita belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan publik. Akibatnya, kita tertinggal dari negara lain yang memiliki pengembangan riset yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat," kata Diaz kepada wartawan, Senin (19/9/2022).
Baca juga: Stafsus Presiden Orasi Ilmiah di UT Malang, Ingatkan Pentingnya Paradigma Baru Hadapi Era Disrupsi
"Pemerintah, swasta, dan BUMN harus terus berkolaborasi. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri karena ketiganya memiliki peran vital masing-masing. Link and match demi membangun ekosistem riset yang kokoh dan sustainable," tuturnya.
Hal itu disampaikannya saat bertemu Rektor Universitas Brawijaya (Unibraw) Profesor Widodo setelah kegiatan Wisuda pada Sabtu 17 September 2022. Dalam kesempatan itu, Diaz menyampaikan komitmen pemerintah dalam pengembangan riset.
"Indonesia kaya akan sumber daya manusia peneliti yang unggul, cerdas, dan mumpuni. Namun, hasil riset kita belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan publik. Akibatnya, kita tertinggal dari negara lain yang memiliki pengembangan riset yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat," kata Diaz kepada wartawan, Senin (19/9/2022).
Baca juga: Stafsus Presiden Orasi Ilmiah di UT Malang, Ingatkan Pentingnya Paradigma Baru Hadapi Era Disrupsi
"Pemerintah, swasta, dan BUMN harus terus berkolaborasi. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri karena ketiganya memiliki peran vital masing-masing. Link and match demi membangun ekosistem riset yang kokoh dan sustainable," tuturnya.
Lihat Juga :