BBM Mahal, Saatnya Tambah Alternatif Transportasi Massal
Senin, 19 September 2022 - 09:20 WIB
loading...
Harga BBM naik, saatnya beralih ke transportasi umum. FOTO/WAWAN BASTIAN
A
A
A
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) disikapi beragam oleh sejumlah pihak. Ada yang setuju, tak kurang juga yang menolak. Kelompok yang setuju berdalih, kenaikan BBM akan membantu mengurangi beban subsidi yang digelontorkan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Adapun kelompok tidak setuju berdalih, kenaikan harga BBM dalam kondisi di mana perekonomian belum sepenuhnya pulih karena pandemi Covid-19 justru memberatkan masyarakat terutama golongan kecil. Alasan yang wajar karena di tengah upaya mengembalikan aktivitas ekonomi yang sempat lumpuh karena korona, masih banyak kelompok masyarakat maupun dunia usaha yang belum sepenuhnya kembali ke jalur seperti sebelum pandemi.
Pada survei terkini yang dilakukan MNC Portal Indonesia belum lama ini, tergambar cukup jelas bahwa mayoritas responden menyatakan tidak setuju kenaikan BBM. Persentasenya mencapai 95,7%. Adapun kelompok yang setuju kenaikan hanya 4,3%.
Beragam alasan mereka yang tidak setujun kenaikan BBM antara lain karena harga baru bensin jenis solar dan pertalite yang termasuk kelompok barang yang disubsidi memberatkan masyarakat kecil. Di samping itu, efek kenaikan harga bensin dan solar tersebut juga akan memengaruhi harga barang kebutuhan lainnya. Yang paling kentara adalah ongkos transportasi yang otomatis langsung menyesuaikan dengan kenaikan harga BBM.
Pada survei lainnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga memotret informasi di mana 58,7% responden tidak setuju harga BBM dinaikkan. Hanya 26,5% responden yang setuju harga BBM naik dan sisanya menjawab tidak tahu.
Adapun kelompok tidak setuju berdalih, kenaikan harga BBM dalam kondisi di mana perekonomian belum sepenuhnya pulih karena pandemi Covid-19 justru memberatkan masyarakat terutama golongan kecil. Alasan yang wajar karena di tengah upaya mengembalikan aktivitas ekonomi yang sempat lumpuh karena korona, masih banyak kelompok masyarakat maupun dunia usaha yang belum sepenuhnya kembali ke jalur seperti sebelum pandemi.
Pada survei terkini yang dilakukan MNC Portal Indonesia belum lama ini, tergambar cukup jelas bahwa mayoritas responden menyatakan tidak setuju kenaikan BBM. Persentasenya mencapai 95,7%. Adapun kelompok yang setuju kenaikan hanya 4,3%.
Beragam alasan mereka yang tidak setujun kenaikan BBM antara lain karena harga baru bensin jenis solar dan pertalite yang termasuk kelompok barang yang disubsidi memberatkan masyarakat kecil. Di samping itu, efek kenaikan harga bensin dan solar tersebut juga akan memengaruhi harga barang kebutuhan lainnya. Yang paling kentara adalah ongkos transportasi yang otomatis langsung menyesuaikan dengan kenaikan harga BBM.
Pada survei lainnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga memotret informasi di mana 58,7% responden tidak setuju harga BBM dinaikkan. Hanya 26,5% responden yang setuju harga BBM naik dan sisanya menjawab tidak tahu.
Lihat Juga :