Penegakan Hukum Jangan Tebang Pilih
Kamis, 15 September 2022 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
Masyarakat luas tentu sangat prihatin dengan perilaku yang terkesan disengaja untuk memprovokasi masyarakat itu. Terlebih banyak buzzer yang kerap mengunggah konten sejenis di media sosial masih bebas melakukannya, seolah tak bisa tersentuh oleh hukum.
Selain membuat kehidupan masyarakat terpolarisasi, keberadaan buzzer di media sosial membuat polarisasi politik terus terjadi dan cenderung merusak kualitas demokrasi. Sudah saatnya semua berkomitmen untuk menertibkan buzzer dan mencegah perpecahan. Sudah saatnya para elite politik menghadirkan politik ide dan gagasan, bukan politik yang saling menjatuhkan.
Kompetisi Pemilu 2024 harus menggunakan adu ide dan gagasan, bukan perpecahan. Politisi juga harus mengambil peran dalam menghentikan kiprah para buzzer. Salah satunya tak lagi menggunakan jasa para pendengung itu untuk mendapatkan keuntungan elektoral tanpa mempertimbangkan putusnya tali kebangsaan sesama anak bangsa.
Kendati demikian, sudah menjadi tugas utama setiap warga negara Indonesia untuk terus menjaga stabilitas nasional keutuhan bangsa dengan kerukunan. Konten-konten provokatif sudah tak selayaknya diunggah di platform media sosial maupun di platform apa pun.
Bahaya buzzer, selain memanipulasi nilai kebenaran menjadi sesuatu yang subjektif, bagi Fahmi, adalah pola yang digunakan untuk menghajar sasaran mereka lewat trolling (pelecehan), kampanye hitam, hingga memolarisasi masyarakat.
Selain membuat kehidupan masyarakat terpolarisasi, keberadaan buzzer di media sosial membuat polarisasi politik terus terjadi dan cenderung merusak kualitas demokrasi. Sudah saatnya semua berkomitmen untuk menertibkan buzzer dan mencegah perpecahan. Sudah saatnya para elite politik menghadirkan politik ide dan gagasan, bukan politik yang saling menjatuhkan.
Kompetisi Pemilu 2024 harus menggunakan adu ide dan gagasan, bukan perpecahan. Politisi juga harus mengambil peran dalam menghentikan kiprah para buzzer. Salah satunya tak lagi menggunakan jasa para pendengung itu untuk mendapatkan keuntungan elektoral tanpa mempertimbangkan putusnya tali kebangsaan sesama anak bangsa.
Kendati demikian, sudah menjadi tugas utama setiap warga negara Indonesia untuk terus menjaga stabilitas nasional keutuhan bangsa dengan kerukunan. Konten-konten provokatif sudah tak selayaknya diunggah di platform media sosial maupun di platform apa pun.
Bahaya buzzer, selain memanipulasi nilai kebenaran menjadi sesuatu yang subjektif, bagi Fahmi, adalah pola yang digunakan untuk menghajar sasaran mereka lewat trolling (pelecehan), kampanye hitam, hingga memolarisasi masyarakat.
Lihat Juga :