Fahri Hamzah Sebut Ada yang Menangis saat Harga BBM Naik, Sindir Siapa?
Kamis, 08 September 2022 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
"Sesuatu yang dianggap baik kok ditolak, kalau dianggap baik kenapa mesti ditolak, misalnya istilah 'salah sasaran', itu paling kacau. Itu terminologi itu dari dulu bilang salah sasaran, dari awal pemerintahan berdasarkan itu. Nah rakyat sekarang bilang, eh kamu jangan salah sasaran lagi ya. Itu kan yang bikin salah sasarankan negara, pemerintahan selama ini. Jadi ini adalah omong kosong-omong kosong yang tidak bisa diteruskan, karena logikanya itu tidak bisa diterima oleh masyarakat," terang Fahri.
Apalagi, Fahri menlanjutkan saat ini Indonesia sedang menikmati winfall atau keuntungan yang didapatkan dari lonjakan harga komoditas yang tidak terduga di seluruh dunia, di mana harga-harga komoditas Indonesia naik. Indonesia sejak zaman penjajahan dulu memang hidup atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa karena semua yang dinikmati adalah sumber daya alam yang begitu melimpah.
Bahkan, dia menambahkan, pencapaian di ekonomi pun terus digaungkan oleh pemerintah. Bahkan perekonomian Indonesia membaik dan terus membaik, tapi kenapa rakyat disengsarakan dengan kenaikan BBM. Baca juga:
"Kita dijajah juga itu kan karena sumber daya alam dan yang ini kita masih menggunakan sumber daya alam sebagai alat untuk menekan masyarakat. Padahal pada dasarnya Winfall itu sebenarnya baik." Baca juga: Curhat Nelayan Kepulauan Seribu soal Harga BBM Naik
"Kalau saya mendengar laporan pendapatan apa namanya pajak hasil bumi dan kemungkinan berefek 70-80% daripada pendapatan pajak, ya kira-kira akhir tahun ini pendapatan pajak kita saja sampai Rp2.000-an triliun, yang akan menjadi komposisi terbesar daripada pendapatan negara kita. Jadi kok ini ada berita gembira yang selalu diungkapkan oleh pemerintah setiap hari, tapi kok efeknya rakyat yang dibikin sengsara. Padahal yang paling jelek dari kenaikan BBM itu kan inflasi," pungkas Fahri.
Apalagi, Fahri menlanjutkan saat ini Indonesia sedang menikmati winfall atau keuntungan yang didapatkan dari lonjakan harga komoditas yang tidak terduga di seluruh dunia, di mana harga-harga komoditas Indonesia naik. Indonesia sejak zaman penjajahan dulu memang hidup atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa karena semua yang dinikmati adalah sumber daya alam yang begitu melimpah.
Bahkan, dia menambahkan, pencapaian di ekonomi pun terus digaungkan oleh pemerintah. Bahkan perekonomian Indonesia membaik dan terus membaik, tapi kenapa rakyat disengsarakan dengan kenaikan BBM. Baca juga:
"Kita dijajah juga itu kan karena sumber daya alam dan yang ini kita masih menggunakan sumber daya alam sebagai alat untuk menekan masyarakat. Padahal pada dasarnya Winfall itu sebenarnya baik." Baca juga: Curhat Nelayan Kepulauan Seribu soal Harga BBM Naik
"Kalau saya mendengar laporan pendapatan apa namanya pajak hasil bumi dan kemungkinan berefek 70-80% daripada pendapatan pajak, ya kira-kira akhir tahun ini pendapatan pajak kita saja sampai Rp2.000-an triliun, yang akan menjadi komposisi terbesar daripada pendapatan negara kita. Jadi kok ini ada berita gembira yang selalu diungkapkan oleh pemerintah setiap hari, tapi kok efeknya rakyat yang dibikin sengsara. Padahal yang paling jelek dari kenaikan BBM itu kan inflasi," pungkas Fahri.
(kri)
Lihat Juga :