Refly: Susah Tegakkan Good Governance Kalau Pelanggarnya di Pusat Kekuasaan
Kamis, 02 Juli 2020 - 07:32 WIB
loading...
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. Foto/tangkapan layar youtube
A
A
A
JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun kembali mengkritik soal pengelolaan BUMN. Menurut dia, selama profesionalisme tidak ditegakkan, berat bagi BUMN untuk bergerak ke arah yang lebih baik.
”Sulit kita menegakkan good governance, menegakkan peraturan, menegakkan UU kalau yang melanggar justru pusat kekuasaan sendiri,” katanya dalam video berjudul ”Relawan Jokowi: Belasan Kawan Adian Jadi Komisaris, BUMN Bersih Hanya Mimpi!!!” yang diunggah melalui channel Youtube, Rabu (1/7/2020) malam.
(Baca: Refly Harun: Kabinet Awal Lebih Baik, Menteri Sekarang Lebih Sadar Kamera)
Refly mengaku sangat prihatin melihat ketidakprofesionalan BUMN yang sudah disaksikannya sejak zaman Rini Soemarno. Dia mengungkapkan, hampir semua punggawa Kementerian BUMN ditempatkan di pos-pos yang enak. Orang-orang tersebut berputar-putar berganti jabatan di antara mereka.
Padahal, pada saat yang bersamaan orang-orang itu merupakan penentu siapa yang akan menjadi komisaris, bagaimana bonusnya, dan berapa gajinya.
”Sulit kita menegakkan good governance, menegakkan peraturan, menegakkan UU kalau yang melanggar justru pusat kekuasaan sendiri,” katanya dalam video berjudul ”Relawan Jokowi: Belasan Kawan Adian Jadi Komisaris, BUMN Bersih Hanya Mimpi!!!” yang diunggah melalui channel Youtube, Rabu (1/7/2020) malam.
(Baca: Refly Harun: Kabinet Awal Lebih Baik, Menteri Sekarang Lebih Sadar Kamera)
Refly mengaku sangat prihatin melihat ketidakprofesionalan BUMN yang sudah disaksikannya sejak zaman Rini Soemarno. Dia mengungkapkan, hampir semua punggawa Kementerian BUMN ditempatkan di pos-pos yang enak. Orang-orang tersebut berputar-putar berganti jabatan di antara mereka.
Padahal, pada saat yang bersamaan orang-orang itu merupakan penentu siapa yang akan menjadi komisaris, bagaimana bonusnya, dan berapa gajinya.
Lihat Juga :