Profil Suharso Monoarfa, Ketua Umum PPP yang Diberhentikan Tiga Majelis

Selasa, 06 September 2022 - 13:39 WIB
loading...
Profil Suharso Monoarfa, Ketua Umum PPP yang Diberhentikan Tiga Majelis
Suharso Monoarfa, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diberhentikan. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Suharso Monoarfa , Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diberhentikan berdasar hasil dari forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas). Sebelum masuk dunia politik, Suharso merupakan seorang pengusaha .

Mukernas yang digelar pada 30 Agustus 2022 merupakan tindak lanjut dari desakan mundur Suharso pada 22 dan 24 Agustus 2020 yang berisikan selama masa kepemimpinannya itu sempat terjadi kegaduhan dalam internal PPP .

Baca juga : Suharso Monoarfa Tegaskan Masih Ketua Umum PPP

Namun, Suharso membantah bila dirinya telah diberhentikan. Dalam acara kegiatan bimbingan teknis DPRD Fraksi PPP Se-Indonesia yang digelar di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2022), Suharso menyatakan bahwa dirinya masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai.

Suharso Monoarfa sendiri telah menjabat sebagai Ketua Umum PPP sejak tahun 2019 lalu. Pria kelahiran 31 Oktober 1954 ini telah terhitung tiga tahun memimpin partai berlambang ka'bah.

Riwayat pendidikan Suharso dimulai dari bersekolah di SD Tretes II, Malang tahun 1966, kemudian SMP N 3 Malang pada 1969 dan di SMA N 1 Malang tahun 1972.

Dia melanjutkan pendidikannya di Akademi Geologi dan Pertambangan di Bandung tahun 1973 kemudian dilanjutkannya di ITB mengambil prodi Planologi dan lulus pada tahun 1978. Suharso juga tercatat pernah bersekolah di EDP University of Michigan pada tahun 1994.

Sepak terjang Suharso Monoarfa sendiri banyak berkarir di dunia bisnis dan wirausaha sebelum masuk ke dunia politik.

Pria yang lahir di Gorontalo ini memang terlahir dan dibesarkan dari keluarga pengusaha. Tak heran bila dia memiliki darah pebisnis dan sering terlibat dalam berbagai kegiatan usaha di Indonesia.

Pada tahun 1988 sampai 1991 dia sempat menjadi Direktur Nusa Konsultan. Setelah itu dia menjadi pemimpin usaha harian majalah mobil dan motor hingga tahun 2000.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2131 seconds (11.210#12.26)