Gapasdap Siap Hadapi Angkutan Lebaran dan Logistik 2025
Selasa, 18 Maret 2025 - 20:53 WIB
loading...
Gapasdap memastikan kesiapan maksimal dalam menghadapi lonjakan arus penumpang dan logistik selama periode angkutan Lebaran 2025. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) memastikan kesiapan maksimal dalam menghadapi lonjakan arus penumpang dan logistik selama periode angkutan Lebaran 2025.
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menyatakan seluruh armada telah dipersiapkan secara optimal di lintas utama (komersial strategis) yaitu Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Padangbai–Lembar, Kayangan–Pototano, Bajoe–Kolaka, dan Tanjung Api-api–Tanjung Kalian.
Baca juga: Pemerintah Prediksi Lebaran 2025 pada 31 Maret
Untuk meningkatkan kapasitas angkut, Gapasdap merumuskan strategi percepatan sea time dan port time guna menambah jumlah trip.
Langkah ini diambil demi mengantisipasi lonjakan angkutan logistik tanpa mengganggu kelancaran arus pemudik. Selain itu, muatan logistik darat akan diarahkan pada jam-jam sepi atau off-peak agar tidak mengganggu kepadatan saat puncak arus mudik.
Khoiri mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung kelancaran angkutan Lebaran tahun ini. Beberapa inisiatif positif telah diambil. Pertama, Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan jauh sebelum masa puncak angkutan Lebaran sehingga memungkinkan pemudik lebih leluasa mengatur waktu perjalanan.
Kedua, pembayaran THR lebih awal. Keputusan Presiden untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) satu minggu sebelum Lebaran memberikan kesempatan bagi masyarakat merencanakan mudik lebih awal.
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menyatakan seluruh armada telah dipersiapkan secara optimal di lintas utama (komersial strategis) yaitu Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Padangbai–Lembar, Kayangan–Pototano, Bajoe–Kolaka, dan Tanjung Api-api–Tanjung Kalian.
Baca juga: Pemerintah Prediksi Lebaran 2025 pada 31 Maret
Untuk meningkatkan kapasitas angkut, Gapasdap merumuskan strategi percepatan sea time dan port time guna menambah jumlah trip.
Langkah ini diambil demi mengantisipasi lonjakan angkutan logistik tanpa mengganggu kelancaran arus pemudik. Selain itu, muatan logistik darat akan diarahkan pada jam-jam sepi atau off-peak agar tidak mengganggu kepadatan saat puncak arus mudik.
Khoiri mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung kelancaran angkutan Lebaran tahun ini. Beberapa inisiatif positif telah diambil. Pertama, Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan jauh sebelum masa puncak angkutan Lebaran sehingga memungkinkan pemudik lebih leluasa mengatur waktu perjalanan.
Kedua, pembayaran THR lebih awal. Keputusan Presiden untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) satu minggu sebelum Lebaran memberikan kesempatan bagi masyarakat merencanakan mudik lebih awal.
Lihat Juga :