Perlu Aturan Tegas Sampah Plastik di Lokasi Wisata
Senin, 05 September 2022 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Influencer, Marischka Prudence mengatakan, aktivitas manusia, termasuk kegiatan pariwisata, juga berpotensi menghasilkan sampah. Kondisi ini tentu saja bisa berdampak buruk bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan dan dirasakan pula oleh para penikmat wisata selam, diving influencer, dan travel blogger.
"Influencer dapat mengajak untuk mengurangi dan menanggulangi sampah melalui konten yang menarik, namun aksi bersih-bersih saja memang tidak cukup. Hal ini harus dibarengi dengan dukungan pemerintah melalui kebijakan dan implementasi yang tegas," katanya.
Senada disampaikan travel blogger, Febrian. Dari pengalamannya berkeliling Indonesia, peraturan terkait sampah belum merata dan belum tersosialisasi dengan baik, sehingga kampanye tidak dapat maksimal dilakukan untuk mendorong perubahan perilaku baik wisatawan dan penduduk lokal.
"Sehingga ketika mengedepankan peraturan merata dan perubahan perilaku yang baik dari seluruh lapisan masyarakat, kita tidak lagi menyelam sambil minum sampah," katanya.
Kembalinya aktivitas pariwisata setelah pandemi Covid-19 merupakan hal patut dirayakan. Namun perlu diingat adanya potensi peningkatan sampah plastik yang dapat mencemari lautan dan biota di dalamnya. Karena itu, pelestarian lokasi wisata untuk mencegah dampak buruk sampah ke lingkungan dan kesehatan manusia harus dilakukan setiap penyedia jasa wisata, penikmat wisata bahari, dan seluruh masyarakat Indonesia.
"Influencer dapat mengajak untuk mengurangi dan menanggulangi sampah melalui konten yang menarik, namun aksi bersih-bersih saja memang tidak cukup. Hal ini harus dibarengi dengan dukungan pemerintah melalui kebijakan dan implementasi yang tegas," katanya.
Senada disampaikan travel blogger, Febrian. Dari pengalamannya berkeliling Indonesia, peraturan terkait sampah belum merata dan belum tersosialisasi dengan baik, sehingga kampanye tidak dapat maksimal dilakukan untuk mendorong perubahan perilaku baik wisatawan dan penduduk lokal.
"Sehingga ketika mengedepankan peraturan merata dan perubahan perilaku yang baik dari seluruh lapisan masyarakat, kita tidak lagi menyelam sambil minum sampah," katanya.
Kembalinya aktivitas pariwisata setelah pandemi Covid-19 merupakan hal patut dirayakan. Namun perlu diingat adanya potensi peningkatan sampah plastik yang dapat mencemari lautan dan biota di dalamnya. Karena itu, pelestarian lokasi wisata untuk mencegah dampak buruk sampah ke lingkungan dan kesehatan manusia harus dilakukan setiap penyedia jasa wisata, penikmat wisata bahari, dan seluruh masyarakat Indonesia.
(abd)
Lihat Juga :