Setelah Harga BBM Naik, Apalagi?

Senin, 05 September 2022 - 10:11 WIB
loading...
Setelah Harga BBM Naik,...
Subsidi sudah saatnya diarahkan untuk sektor produktif. FOTO/WAWAN BASTIAN
A A A
Sabtu (3/9) lalu, harga bahan bakar minyak (BBM) resmi naik .Harga pertalite yang sebelumnya Rp7.650 per liter berganti harga menjadi Rp10.000 per liter dan harga solar bersubsidi yang sebelumnya Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Selain itu, harga pertamax juga mengalami penyesuaian, dari Rp12.500 menjadi Rp14.500.

Kenaikan harga BBM ini tentu saja bukan kabar baik buat masyarakat. Musababnya, setiap kali kenaikan harga energi diterapkan, imbasnya merembet ke mana-mana. Yang paling terasa adalah harga ongkos transportasi seperti angkutan kota, bus, atau ojek. Belum lagi harga barang kebutuhan pokok yang juga biasanya turut ‘menyesuaikan’ kendati mungkin saja porsi harga BBM bukan mayoritas sebagai penentu harga barang.

Seiring dengan kenaikan harga BBM tersebut, pemerintah memang menyiapkan bantuan sosial sebagai bantalan untuk mengurangi dampak kenaikan harga. Nilainya mencapai Rp24,17 triliun. Rinciannya, pertama berupa bantuan langsung tunai untuk 20,65 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran Rp12,4 triliun. Setiap keluarga penerima manfaat akan menerima dana Rp600.000, yang akan dibayarkan empat kali dengan nominal Rp150.000 per bulan.

Kedua, bantuan sosial upah Rp600.000 bagi 16 juta pekerja yang bergaji kurang dari Rp3,5 juta per bulan. Anggaran ini disediakan sebanyak Rp9,6 triliun. Adapun yang ketiga adalahsubsidi transportasi angkutan umum melalui pemerintah daerah (pemda) senilai Rp 2,17 triliun. Subsidi ini menyasar sektor transportasi, angkutan umum, ojek dan nelayan.

Gelontoran bantuan uang tunai tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko dampak rentetan dari kenaikan harga BBM. Lebih jauh lagi, aneka bantuan tersebut digadang-gadang bisa membantu daya beli masyarakat sehingga inflasi bisa lebih terkendali.

Pertanyaannya, benarkah beragam subsidi itu bisa mengerem kenaikan harga-harga barang? Pasalnya, sebelum harga BBM dinaikkan saja harga sejumlah barang di pasaraan sudah naik. Lihat saja harga cabai, telur, dan sebelumnya minyak goreng. Apalagi dengan alasan kenaikan harga BBM, rasanya akan sulit mencegah kenaikan harga-harga yang membebani rumah tangga.

Ihwal kenaikan harg BBM ini, pemerintah punya argumen tersendiri karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dianggap sudah kewalahan menanggung beban subsidi. Perhitungan terakhir yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, total subsidi dan kompensasi akibat harga minyak dunia yang bertahan di atas USD90 per barel mencapai Rp502,4 triliun. Angka ini jauh di atas anggaran subsidi yang pada awalnya hanya dipatok sekitar Rp152 triliun.

Bahkanm bendahara negara itu menyampaikan bahwa angka subsidi dan kompensasi BBM itu bisa lebih besar lagi yakni di angka Rp653 triliun jika harga minya dunia terus berhatan di atas USD99 per barel.

Selanjutnya, untuk tahun 2023, menurut Sri Mulyani, pemerintah telah mengajukan anggaran subsidi BBM sebesar Rp336 triliun. Jika dilihat nilainya, angka itu memang cenderung menurun dibanding tahun ini. Namun, kita belum akan mengtahui secara pasti sejauh mana APBN tahun depan bisa dikatakan sehat seperti yang didengung-dengungkan pemerintah.

Pasalnya, subsidi tersebut harus dipastikan tepat sasaran, jangan seperti sebelumnya di mana penikmat subsidi adalah golongan masyarakat mampu. Di sinilah perlunya membuat mekanisme yanga tepat agar subsidi pada APBN leih tepat sasaran dan benar-benar dinikmati oleh golongan masyarakat miskin yang membutuhkan.

Sudah saatnya ke depan skema subsidi energi diubah. Dari yang semula memberikan ke produk BBM atau gas, menjadi subsidi langsung ke golongan miskin. Dengan demikian, besaran subsidi bisa lebih terukur dan bisa diketahui kemana arahnya.

Di samping itu, sudah saatnya pula anggaran subsidi diberikan kepada sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti pengembangan infrastruktur transportasi umum. Ini penting agar, pola transportasi masyarakat bisa berubah dari semula menggunakan kendaraan pribadi yang menyedot banyak BBM menjadi ke transportasi massal yang lebih hemat.

Dengan demikian, diperlukan peta jalan dalam jangka panjang agar kebijakan subsidi bisa seiring sejalan dengan upaya pengurangan penggunaan bahan bakar minyak dari fosil yang justru mayoritas masih diimpor.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Harga Energi Melonjak,...
Saat Harga Energi Melonjak, Kelas Menengah Menanggung Beban Terpanjang
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Naik Ugal-ugalan, DPR: Sangat Memberatkan Rakyat
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Naik, DPR: Harusnya Tak Merembet ke Kebutuhan Pokok
Tepis Analisis JK, Misbakhun...
Tepis Analisis JK, Misbakhun Tegaskan Harga BBM Subsidi Aman hingga Akhir 2026
BBM dan Elpiji Subsidi...
BBM dan Elpiji Subsidi Disalahgunakan, Boni Hargens: Polri Bergerak Tegas dan Cepat
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Rupiah Tembus Rp17.930...
Rupiah Tembus Rp17.930 per Dolar AS, Risiko Impor Minyak Makin Besar
Harga BBM Pertamax Turbo...
Harga BBM Pertamax Turbo Naik per 1 Juni 2026, Dexlite dan Dex Turun
Rekomendasi
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved