Kenaikan Harga BBM Dinilai Tepat agar Subsidi Bisa Dialihkan untuk yang Berhak
Minggu, 04 September 2022 - 16:27 WIB
loading...
Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai tepat agar subisidi bisa dialihkan untuk masyarakat yang berhak. Foto/MPI/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak ( BBM ) dinilai tepat agar subisidi bisa dialihkan untuk masyarakat yang berhak. Pasalnya, banyak ditemukan kendaraan mewah yang antre untuk membeli BBM subsidi di SPBU.
"Seharusnya sudah sejak dulu harus naik (BBM), dan subsidi diberikan kepada orang yang tepat," ujar Pengamat ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya) Wibisono Hardjopranoto kepada wartawan, Minggu (4/9/2022).
Menurut dia, banyak ditemukan kendaraan mewah yang antre untuk membeli BBM subsidi di SPBU, ini yang dinilainya tidak tepat sasaran. "Ini merupakan fenomena gunung es, yang kelihatan berapa itu kebocoran-nya. APBN jebol," tuturnya.
Baca juga: Akademisi Ungkap Alasan Pengalihan Subsidi BBM Harus Dilakukan
Dirinya pun mengakui bahwa dampak kenaikan BBM adalah terjadinya inflasi. Namun, dari kacamata ekonomi akan terkena inflasi adalah mereka yang masuk dalam fixed income group.
"Artinya yang terkena inflasi warga negara yang pengangguran, atau terkena Covid-19," imbuhnya.
"Seharusnya sudah sejak dulu harus naik (BBM), dan subsidi diberikan kepada orang yang tepat," ujar Pengamat ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya) Wibisono Hardjopranoto kepada wartawan, Minggu (4/9/2022).
Menurut dia, banyak ditemukan kendaraan mewah yang antre untuk membeli BBM subsidi di SPBU, ini yang dinilainya tidak tepat sasaran. "Ini merupakan fenomena gunung es, yang kelihatan berapa itu kebocoran-nya. APBN jebol," tuturnya.
Baca juga: Akademisi Ungkap Alasan Pengalihan Subsidi BBM Harus Dilakukan
Dirinya pun mengakui bahwa dampak kenaikan BBM adalah terjadinya inflasi. Namun, dari kacamata ekonomi akan terkena inflasi adalah mereka yang masuk dalam fixed income group.
"Artinya yang terkena inflasi warga negara yang pengangguran, atau terkena Covid-19," imbuhnya.
Lihat Juga :