Luka Tembak Ditusuk Bayonet, Legenda Kopassus Ini Bungkam Tak Mau Bocorkan Rahasia Negara

Minggu, 04 September 2022 - 06:25 WIB
loading...
A A A
Aksi berani prajurit Kopassus juga membuat heran Belanda. Mereka tidak menyangka, tentara Indonesia berani melakukan penerjunan di pedalaman hutan rimba Papua yang ganas di pagi buta. Bagi mereka hanya orang-orang gila dan punya nyali nekat yang berani melakukan misi ini.

Selanjutnya, Benny Moerdani melakukan perekrutan dan Agus mengajukan diri untuk ikut dalam operasi tersebut. Agus kemudian terpilih menjadi komandan karena pernah mengikuti pendidikan komando di Amerika Serikat.

”Saat Kapten Benny Moerdani bertanya siapa yang mau jadi komandan dan terlibat dalam operasi ini, saya lihat Pa Agus salah satu dari segelintir yang maju. Sementara yang lain hanya saling menatap satu sama lain,” kata Pratu Tambeng Tamto, anak buah Agus Hernoto dikutip SINDOnews Minggu (4/9/2022).

Tepat pukul 03.30 dini hari waktu setempat, tiga pesawat Dakota C-47 dipimpin Mayor Udara Y.E. Nayoan, Komandan Skuadron 2 Transport lepas landas mengangkut pasukan yang akan diterjunkan di daerah Fakfak. Meski sempat mendapat serangan dari pesawat Neptune Belanda, Agus Hernoto dan pasukannya berhasil melakukan penerjunan.

Menjelang pagi, pasukan Agus mendarat di sebelah utara Fakfak. Namun nahas, daerah penerjunan merupakan hutan belantara yang belum terjamah manusia. Akibatnya, tidak sedikit pasukan Agus yang tersangkut di pohon dengan ketinggian 20-30 meter. Tali yang dibawa pasukannya ternyata tidak cukup membantu mereka untuk turun. ”Beberapa prajurit ada yang patah kakinya karena meloncat dari pohon yang tinggi,” ucap Tambeng.

Lebatnya hutan rimba di belantara Papua membuat mereka tidak dapat membedakan siang dan malam. Kondisi medan yang sulit diperparah dengan rusaknya radio komunikasi. Akibatnya, komunikasi Agus dan pasukannya dengan komando pusat di Ambon terputus. Kondisi ini membuat Agus bersama anak buahnya bertahan dengan perbekalan seadanya.

Setelah sebulan bertahan dan melakukan konsolidasi di Kampung Urere, Agus dan pasukannya memutuskan untuk bergerak. Namun baru saja meninggalkan kampung tersebut tiba-tiba tentara Belanda menyerang. Serangan mendadak itu membuat lima anak buahnya gugur.

Pertempuran demi pertempuran melawan tentara Belanda semakin intensif. Satu persatu anak buahnya gugur ditembak musuh. Dua anggotanya kembali gugur saat kontak tembak di dekat Kampung Nemboektep.

Kehilangan Satu Kaki karena Diamputasi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Ini Hal yang Memberatkan...
Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan 3 Anggota Kopassus Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank
3 Anggota Kopassus Dituntut...
3 Anggota Kopassus Dituntut 4 hingga 12 Tahun Penjara di Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Rekomendasi
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
PRIMARIA FEST Sukabumi...
PRIMARIA FEST Sukabumi 2026 Satukan Ribuan Penikmat Indonesian Bounce Music
Berita Terkini
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved