Boven Digoel, Bekas Lokasi Kamp Tahanan Politik Hindia Belanda Paling Menyeramkan

Sabtu, 03 September 2022 - 17:34 WIB
loading...
A A A
Rumah-rumah yang lebih permanen dibangun dengan atap dari seng, dinding dari kayu nibung dan berlantai tanah. Permukiman geinterneerden diberi batas, di titik-titik tertentu yang berbatasan dengan hutan terdapat pos penjagaan.



Bukan Penjara Biasa

Boven Digoel bukanlah penjara biasa. Tempat ini lebih mirip penjara alam. Tidak perlu menggunakan kekerasan, para tahanan akan “tersiksa” dengan sendirinya. Hidup terasing, terisolasi dari dunia luar. Hanya berteman rimba belantara. Mereka yang mencoba melarikan diri sudah pasti gagal.

Mereka hanya akan bertemu binatang buas seperti buaya dan harimau. Kalau tidak mampu bertahan, para tahanan akan mati karena gigitan nyamuk malaria. Sebab itulah, Boven Digoel disebut kamp tahanan paling menyeramkan yang dimiliki Hindia Belanda.

Puluhan tokoh pejuang kemerdekaan pernah mencicipi kamp konsentrasi ini, bahkan meninggal di Boven Digoel. Menurut buku sejarah terbitan Balai Pustaka tempat ini digunakan sebagai lokasi pembuangan sekitar 1.300 orang. Tidak hanya tokoh PKI, Belanda juga mengasingan tokoh perlawanan berbasis Islam di tempat ini.

Beberapa tokoh pernah merasakan pengsingan di Boven Digel di antaranya Sayuti Melik (1927-1938), Hatta (1935-1936). Sebagai penanda Hatta pernah datang, dibangun sebuah monumen di Boven Digoel. Selain itu ada Sutan Sjahrir dan Muchtar Lutffi, Ilyas Yacub (tokoh PERMI dan PSII Minangkabau), serta Mas Marco Kartodikromo yang wafat dan dimakamkan di Digoel pada 1935. Dua orang terakhir yang dikirim ke Boven Digoel adalah Semaun dan Darsono, penggerak pemogokan buruh pada 1923.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Multiverse, Global IR,...
Multiverse, Global IR, dan Tianxia: Membaca Ulang Dunia di Tengah Kesombongan dan Pengulangan Sejarah
10 Jilid Buku Penulisan...
10 Jilid Buku Penulisan Ulang Sejarah yang Diluncurkan Fadli Zon, Ada tentang Orde Baru
Fadli Zon Bakal Susun...
Fadli Zon Bakal Susun Buku Sejarah Pahlawan Nasional, Ada Soeharto-Gus Dur
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Gempa Magnitudo 5,2...
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Boven Digoel Papua
Rekomendasi
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Berita Terkini
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved