Boven Digoel, Bekas Lokasi Kamp Tahanan Politik Hindia Belanda Paling Menyeramkan

Sabtu, 03 September 2022 - 17:34 WIB
loading...
A A A
Boven Digoel, Bekas Lokasi Kamp Tahanan Politik Hindia Belanda Paling Menyeramkan

Monumen Hatta. Foto/dok.SINDOnews

Boven Digoel akhirnya ditutup Belanda setelah kalah dari Jepang di awal Perang Asia Pasifik. Para tahanan dipindahkan ke Australia, sebagian dijadikan KNIL atau tentara Kerajaan Belanda.

Namun, itu semua merupakan sejarah masa lalu. Tentu wajah Boven Digoel kini telah banyak berubah. Berangsur-angsur, bekas kawasan pengasingan itu menjadi pusat keramaian. Pada 25 Oktober 2002 Boven Digoel resmi berdiri sebagai kabupaten otonom berdasarkan UU Nomor 26/2002. Dengan luas wilayah sekitar 27 ribu meter persegi, kabupaten ini beribu kota di Tanah Merah.

Berdasarkan data Pemkab Boven Digoel, pada 2019 wilayah ini berpenduduk 62,58 ribu jiwa lebih. Menurut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Boven Digoel penduduk Orang Asli Papua di Boven Digoel tahun 2019 sebanyak 30.477 jiwa yang tergabung dalam 7.257 keluarga.

Baca juga: Mendagri Sebut Perlu Penebalan Pasukan saat Pelaksanaan Pilkada Boven Digoel

Namun seperti wilayah pemekaran lain di Provinsi Papua, kepadatan penduduk di Boven Digoel tergolong sangat rendah yaitu 2,31 jiwa per kilometer persegi. Ini berarti setiap 1 kilometer persegi wilayah Boven Digoel hanya dihuni 2-3 penduduk. Angka Harapan Hidup penduduk Kabupaten Boven Digoel cukup baik, yaitu 59,64 tahun.

Kabupaten Boven Digoel memiliki berbagai 23 objek wisata yang tersebar dibeberapa distrik. Objek wisata yang ada di Kabupaten Boven Digoel sangat beranekaragam, mulai wisata budaya, sejarah, rohani dan wisata alam. Khusus wisata sejarah, beberapa situs yang berkaitan dengan kamp konsentrasi Hindia Belanda menjadi destinasi yang banyak dikunjungi.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Multiverse, Global IR,...
Multiverse, Global IR, dan Tianxia: Membaca Ulang Dunia di Tengah Kesombongan dan Pengulangan Sejarah
10 Jilid Buku Penulisan...
10 Jilid Buku Penulisan Ulang Sejarah yang Diluncurkan Fadli Zon, Ada tentang Orde Baru
Fadli Zon Bakal Susun...
Fadli Zon Bakal Susun Buku Sejarah Pahlawan Nasional, Ada Soeharto-Gus Dur
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Gempa Magnitudo 5,2...
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Boven Digoel Papua
Rekomendasi
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Berita Terkini
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved