Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Jum'at, 02 September 2022 - 02:15 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau itu (subsidi) terjadi terus, di tengah naiknya harga minyak dunia, maka APBN akan semakin tertekan. Oleh karena itu, memang ada urgensi untuk mengurangi subsidi," imbuhnya.
Dia menilai masyarakat perlu mengetahui bahwa sebenarnya harga BBM di Indonesia termasuk murah dibandingkan negara-negara ASEAN. "Kita termasuk kelompok 3 negara yang harga BBM-nya murah. Kalau kita bandingkan dengan Amerika Serikat dan negara maju sekalipun, itu harga jual BBM-nya rata-rata Rp17.500. Negara yang paling mahal harga BBM Hongkong misalnya, mereka menjual Rp49 ribu per liter," ungkapnya.
Diketahui, dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR belum lama ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci kenaikan subsidi dan kompensasi untuk BBM menjadi Rp502,4 triliun. Angka itu, kata dia, merupakan lonjakan dari tahun sebelum-sebelumnya.
"Hitung-hitungan ini menggambarkan bagaimana perubahan kenaikan subsidi dari tahun 2018 hingga 2022 yang melonjak. Kompensasi meledak, kalau subsidi melonjak karena bicara Rp130-140 triliun menjadi Rp208 triliun atau naik Rp79,9 triliun, (kompensasi) dari 2021 Rp47 triliun, ini hanya Rp18 triliun, ini meledak menjadi Rp293,5 triliun," tutur Sri Mulyani. Baca juga: Dinikmati Orang Kaya, Arahkan Subsidi BBM ke Pendidikan dan Kesehatan
Lebih lanjut dia mengatakan, kuota BBM saat ini juga akan habis pada Oktober 2022. Tidak hanya kuota yang akan meningkat, subsidi BBM juga disebut berpotensi naik di atas Rp698 triliun.
Dia menilai masyarakat perlu mengetahui bahwa sebenarnya harga BBM di Indonesia termasuk murah dibandingkan negara-negara ASEAN. "Kita termasuk kelompok 3 negara yang harga BBM-nya murah. Kalau kita bandingkan dengan Amerika Serikat dan negara maju sekalipun, itu harga jual BBM-nya rata-rata Rp17.500. Negara yang paling mahal harga BBM Hongkong misalnya, mereka menjual Rp49 ribu per liter," ungkapnya.
Diketahui, dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR belum lama ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci kenaikan subsidi dan kompensasi untuk BBM menjadi Rp502,4 triliun. Angka itu, kata dia, merupakan lonjakan dari tahun sebelum-sebelumnya.
"Hitung-hitungan ini menggambarkan bagaimana perubahan kenaikan subsidi dari tahun 2018 hingga 2022 yang melonjak. Kompensasi meledak, kalau subsidi melonjak karena bicara Rp130-140 triliun menjadi Rp208 triliun atau naik Rp79,9 triliun, (kompensasi) dari 2021 Rp47 triliun, ini hanya Rp18 triliun, ini meledak menjadi Rp293,5 triliun," tutur Sri Mulyani. Baca juga: Dinikmati Orang Kaya, Arahkan Subsidi BBM ke Pendidikan dan Kesehatan
Lebih lanjut dia mengatakan, kuota BBM saat ini juga akan habis pada Oktober 2022. Tidak hanya kuota yang akan meningkat, subsidi BBM juga disebut berpotensi naik di atas Rp698 triliun.
(kri)
Lihat Juga :