Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah

Jum'at, 02 September 2022 - 02:15 WIB
loading...
Indonesia Termasuk Kelompok...
Rasionalisasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai sudah sepatutnya dilakukan oleh pemerintah. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Rasionalisasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai sudah sepatutnya dilakukan oleh pemerintah. Pasalnya, ada kondisi yang menuntut perubahan kebijakan seperti kenaikan harga minyak dunia dan permasalahan geopolitik.

Naiknya harga minyak dunia semakin menambah berat beban APBN. Subsidi energi sudah lebih dari Rp500 triliun hingga pertengahan 2022, jauh dari perkiraan subsidi energi sepanjang tahun ini sebesar Rp158 triliun. Baca juga: BPH Migas: Pembatasan BBM Subsidi Masih Tunggu Perpres

Pengamat Ekonomi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Rosdiana Sijabat mengungkapkan bahwa negara lain mengalami kondisi yang sama akibat naiknya harga minyak dunia.

Bagi Indonesia, penyesuaian harga BBM bersubisidi harus dilakukan. Karena, jika tidak, anggaran subsidi energi bisa mencapai Rp700-an triliun per akhir tahun. "Dan ini menjadi sangat boros," ujar Rosdiana, Kamis (1/9/2022).

Dia membeberkan saat ini BBM jenis Pertalite dan Pertamax masuk kategori BBM Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP). Setiap liter Pertalite dan Pertamax mendapat subsidi. Pertamax misalnya, mendapat subsidi 53% dari harga jual saat ini.

"Kalau itu (subsidi) terjadi terus, di tengah naiknya harga minyak dunia, maka APBN akan semakin tertekan. Oleh karena itu, memang ada urgensi untuk mengurangi subsidi," imbuhnya.

Dia menilai masyarakat perlu mengetahui bahwa sebenarnya harga BBM di Indonesia termasuk murah dibandingkan negara-negara ASEAN. "Kita termasuk kelompok 3 negara yang harga BBM-nya murah. Kalau kita bandingkan dengan Amerika Serikat dan negara maju sekalipun, itu harga jual BBM-nya rata-rata Rp17.500. Negara yang paling mahal harga BBM Hongkong misalnya, mereka menjual Rp49 ribu per liter," ungkapnya.

Diketahui, dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR belum lama ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci kenaikan subsidi dan kompensasi untuk BBM menjadi Rp502,4 triliun. Angka itu, kata dia, merupakan lonjakan dari tahun sebelum-sebelumnya.

"Hitung-hitungan ini menggambarkan bagaimana perubahan kenaikan subsidi dari tahun 2018 hingga 2022 yang melonjak. Kompensasi meledak, kalau subsidi melonjak karena bicara Rp130-140 triliun menjadi Rp208 triliun atau naik Rp79,9 triliun, (kompensasi) dari 2021 Rp47 triliun, ini hanya Rp18 triliun, ini meledak menjadi Rp293,5 triliun," tutur Sri Mulyani. Baca juga: Dinikmati Orang Kaya, Arahkan Subsidi BBM ke Pendidikan dan Kesehatan

Lebih lanjut dia mengatakan, kuota BBM saat ini juga akan habis pada Oktober 2022. Tidak hanya kuota yang akan meningkat, subsidi BBM juga disebut berpotensi naik di atas Rp698 triliun.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Saat Harga Energi Melonjak,...
Saat Harga Energi Melonjak, Kelas Menengah Menanggung Beban Terpanjang
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
Rekomendasi
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Berita Terkini
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved