BNPB: Periode Kering Sangat Singkat, Bencana Hidrometeorologi Basah Mendominasi
Rabu, 31 Agustus 2022 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
"Yang paling sering di kita itu karhutla, tetapi kekeringan juga di awal Agustus di Lani Jaya juga terjadi dan cukup signifikan dampaknya," ucapnya.
"Setelah 3 Minggu berturut-turut kita memiliki frekuensi kejadian hidrometeorologi kering lebih dominan dibanding hidrometeorologi basah, masuk di minggu-minggu terakhir Agustus ini, ini menjadi kembali hidrometeorologi basah yang dominan," tambah kata Aam.
Baca juga: Tata Kelola Bencana dan Penguatan BNPB
Artinya kata Aam, periode kering yang dialami di tahun ini sangat singkat. Biasanya, musim kemarau mulai Juni, Juli, Agustus, kemudian September, Oktober, November masuk peralihan dari kemarau ke hujan, dan pada Desember, Januari, Februari masuk puncak musim hujan.
"Tetapi saat ini di Juni, Juli, Agustus ini kita memiliki waktu kering di mana Karhutla itu dominan sangat-sangat singkat," jelasnya.
"Setelah 3 Minggu berturut-turut kita memiliki frekuensi kejadian hidrometeorologi kering lebih dominan dibanding hidrometeorologi basah, masuk di minggu-minggu terakhir Agustus ini, ini menjadi kembali hidrometeorologi basah yang dominan," tambah kata Aam.
Baca juga: Tata Kelola Bencana dan Penguatan BNPB
Artinya kata Aam, periode kering yang dialami di tahun ini sangat singkat. Biasanya, musim kemarau mulai Juni, Juli, Agustus, kemudian September, Oktober, November masuk peralihan dari kemarau ke hujan, dan pada Desember, Januari, Februari masuk puncak musim hujan.
"Tetapi saat ini di Juni, Juli, Agustus ini kita memiliki waktu kering di mana Karhutla itu dominan sangat-sangat singkat," jelasnya.
Lihat Juga :