Perbedaan Pendapat Harus Dihargai, Bukan Lantas Dianggap Lawan
Rabu, 01 Juli 2020 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Kendati demikian, kata dia, moderasi beragama harus digalakkan, terutama di kalangan generasi milenial. Tujuannya agar milenial juga dapat menerima perbedaan, termasuk perbedaan pendapat yang ada di internal Islam sendiri.
“Yang kita tahu sekarang ada orang yang berbeda pandangan politik, berbeda pendapat itu dianggap lawan, padahal harusnya tidak seperti itu. Sedangkan yang kita tahu dan kita alami dengan tokoh-tokoh di masa peralihan Orde Baru, perbedaan pendapat itu betul-betul dihargai. Tidak dianggap lawan orang-orang yang berbeda pendapat itu,” katanya. (Baca juga: HUT Polri, Puan Berikan Tumpeng ke Polantas Perempatan Kuningan )
Muflich juga mengungkapkan keprihatinannya mengenai masih adanya perbedaan pandangan, baik pandangan politik maupun pandangan ideologi bangsa ini.
“Saya juga prihatin ada banyak orang yang memiliki perbedaan pendapat dan pandangan politik justru dikatakan anti-Pancasila, pengkhianat Pancasila dan sebagainya. Padahal sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita bahwa berdemokrasi dan bermusyawarah itu dengan berdasarkan kemanusiaan. Itu hal lumrah,” ucap Muflich.
Dia juga menyampaikan untuk mewujudkan moderasi beragama khususnya kepada para generasi muda, penyelenggara negara juga harus memberikan contoh atau keteladanan kepada mereka.
“Yang kita tahu sekarang ada orang yang berbeda pandangan politik, berbeda pendapat itu dianggap lawan, padahal harusnya tidak seperti itu. Sedangkan yang kita tahu dan kita alami dengan tokoh-tokoh di masa peralihan Orde Baru, perbedaan pendapat itu betul-betul dihargai. Tidak dianggap lawan orang-orang yang berbeda pendapat itu,” katanya. (Baca juga: HUT Polri, Puan Berikan Tumpeng ke Polantas Perempatan Kuningan )
Muflich juga mengungkapkan keprihatinannya mengenai masih adanya perbedaan pandangan, baik pandangan politik maupun pandangan ideologi bangsa ini.
“Saya juga prihatin ada banyak orang yang memiliki perbedaan pendapat dan pandangan politik justru dikatakan anti-Pancasila, pengkhianat Pancasila dan sebagainya. Padahal sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita bahwa berdemokrasi dan bermusyawarah itu dengan berdasarkan kemanusiaan. Itu hal lumrah,” ucap Muflich.
Dia juga menyampaikan untuk mewujudkan moderasi beragama khususnya kepada para generasi muda, penyelenggara negara juga harus memberikan contoh atau keteladanan kepada mereka.
Lihat Juga :