5 Tokoh Asing yang Memihak dan Berperan dalam Kemerdekaan Indonesia, Nomor 2 Dihukum Mati

Minggu, 28 Agustus 2022 - 20:35 WIB
loading...
A A A
4. Shigeru Ono
5 Tokoh Asing yang Memihak dan Berperan dalam Kemerdekaan Indonesia, Nomor 2 Dihukum Mati


Shigeru Ono lahir di Hokkaido pada 26 September 1919. Meski berstatus sebagai orang Jepang, tapi dia berpihak kepada Indonesia dan mendukung penuh perjuangan kemerdekaan. Bersama para sukarelawan Jepang yang mendukung Indonesia, dia terlibat dalam perang kemerdekaan 1945-1949. Setelah perang usai, dia memutuskan hidup di Indonesia.

Pria yang memiliki nama Indonesia Rahmat Jepang ini menikah dengan wanita pribumi bernama Darkasih. Hingga akhir hayatnya, Shigeru Ono menetap di Kota Batu, Jawa Timur untuk menjalani sisa hidupnya.

5. Douwes Dekker (Multatuli)
5 Tokoh Asing yang Memihak dan Berperan dalam Kemerdekaan Indonesia, Nomor 2 Dihukum Mati


Eduard Douwes Dekker merupakan penulis Max Havelaar pada 1860. Pria Belanda ini pertama kali datang ke Indonesia pada 1839. Kala itu dia bekerja sebagai pegawai di kantor Pengawasan Keuangan Batavia.

Douwes Dekker sempat beberapa kali berganti tempat bekerja. Dia pernah dituduh melakukan penggelapan uang tapi pada akhirnya tuduhan tersebut tidak terbukti.

Pada bukunya yang berjudul Max Havelaar, Douwes Dekker menulis dengan detail kekejaman kolonial Belanda. Bukti-bukti yang disajikannya pun membuat karyanya sangat hidup. Buku tersebut lantas menggambarkan keadaan di Indonesia kepada dunia. Adapun pesan yang bisa diambil adalah sistem kolonialisme yang sudah keterlaluan. Selain itu, buku ini juga menginspirasi para pejuang kemerdekaan untuk tetap semangat dalam merebut kemerdekaan.

Demikian ulasan mengenai tokoh asing yang memihak dan berperan terhadap kemerdekaan Indonesia.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
OTT di Imigrasi Jakbar...
OTT di Imigrasi Jakbar Terkait Pengurusan Izin Tinggal WNA
321 WNA Kelola 75 Situs...
321 WNA Kelola 75 Situs Judol di Hayam Wuruk, Bareskrim Telusuri Aliran Dana hingga Sponsor
GMNI Desak Pemerintah...
GMNI Desak Pemerintah Tetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional
Imigrasi Perketat Pengawasan...
Imigrasi Perketat Pengawasan Aktivitas Warga Asing di Bali
Erupsi Gunung Dukono,...
Erupsi Gunung Dukono, BNPB Sebut 2 WNA Masih dalam Pencarian
Selamat Jalan Pahlawan!...
Selamat Jalan Pahlawan! Pemakaman Mayor Anumerta Zulmi Diiringi Isak Tangis
WNA Inggris Buronan...
WNA Inggris Buronan Interpol Ditangkap di Bali
Rekomendasi
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Berita Terkini
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved