Mengulas Surat Jenderal Besar (Purn) AH Nasution di Tengah Badai Mei 1998
Senin, 29 Agustus 2022 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pertama Sejak 1998, Ekonomi Indonesia 2020 Diramal Minus 1,7%
Menurut Sintong, surat itu diterimanya sesuai dengan arahan Presiden, agar kepentingan tamu itu diambil alih oleh Sintong.
Surat itu berisi saran agar Jenderal TNI Subagyo HS diangkat menjadi Panglima ABRI, Jenderal TNI Wiranto diangkat menjadi Menteri Hankam, sedangkan Letjen TNI Prabowo Subianto diangkat menjadi KSAD. Selain itu juga agar diadakan pemisahan antara jabatan Panglima ABRI dengan Menteri Hankam.
Sintong sependapat dengan pemisahan jabatan Panglima ABRI dan Menteri Hankam agar Panglima ABRI dijabat oleh orang baru yang tidak terlibat dengan masa lalu. Bahwa sebenarnya Jenderal Besar Nasution hanya menandatangani surat itu saja, karena beliau sedang sakit.
Penulis surat itu ialah Mayjen TNI Kivlan Zen, seperti diungkap dalam bukunya berjudul Konflik dan Integrasi TNI AD.
Menurut Sintong, surat itu diterimanya sesuai dengan arahan Presiden, agar kepentingan tamu itu diambil alih oleh Sintong.
Surat itu berisi saran agar Jenderal TNI Subagyo HS diangkat menjadi Panglima ABRI, Jenderal TNI Wiranto diangkat menjadi Menteri Hankam, sedangkan Letjen TNI Prabowo Subianto diangkat menjadi KSAD. Selain itu juga agar diadakan pemisahan antara jabatan Panglima ABRI dengan Menteri Hankam.
Sintong sependapat dengan pemisahan jabatan Panglima ABRI dan Menteri Hankam agar Panglima ABRI dijabat oleh orang baru yang tidak terlibat dengan masa lalu. Bahwa sebenarnya Jenderal Besar Nasution hanya menandatangani surat itu saja, karena beliau sedang sakit.
Penulis surat itu ialah Mayjen TNI Kivlan Zen, seperti diungkap dalam bukunya berjudul Konflik dan Integrasi TNI AD.
Lihat Juga :