Mengulas Surat Jenderal Besar (Purn) AH Nasution di Tengah Badai Mei 1998
Senin, 29 Agustus 2022 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Pada waktu Kivlan Zen dan Muchdi PR akan meninggalkan kediaman Wapres BJ Habibie di Kuningan, Habibie menanyakan kedua tamunya. "Saya ingin menyalami mereka," kata BJ Habibie kepada Sintong.
Akhirnya Sintong memanggil mereka, kedua perwira tinggi itu bertemu langsung dengan BJ Habibie di pintu ruang kerjanya dan BJ Habibie membaca surat yang ditandatangani oleh Jenderal Besar (Purn) AH Nasution.
Menurut Sintong, kehadiran Kivlan Zen ke rumah Presiden BJ Habibie di Patra Jasa, Kuningan, merupakan tindakan yang wajar, walaupun kurang tepat. Dalam hal ini Mayjen TNI Kivlan Zen sebagai kepala Kostrad melaksanakan perintah Panglima Kostrad.
Namun kehadiran Muchi PR di kediaman Presiden Habibie, merupakan tindakan janggal. "Sejak kapan Komandan Jenderal Kopassus dapat diperintah oleh Panglima Kostrad? Baik Kostrad maupun Kopassus berkedudukan sejajar sebagai Balahanpus (Bala Pertahanan Terpusat), hanya pangkat Panglima Kostrad berbeda dengan Komandan Jenderal Kopassus," kata Sintong.
Akhirnya Sintong memanggil mereka, kedua perwira tinggi itu bertemu langsung dengan BJ Habibie di pintu ruang kerjanya dan BJ Habibie membaca surat yang ditandatangani oleh Jenderal Besar (Purn) AH Nasution.
Menurut Sintong, kehadiran Kivlan Zen ke rumah Presiden BJ Habibie di Patra Jasa, Kuningan, merupakan tindakan yang wajar, walaupun kurang tepat. Dalam hal ini Mayjen TNI Kivlan Zen sebagai kepala Kostrad melaksanakan perintah Panglima Kostrad.
Namun kehadiran Muchi PR di kediaman Presiden Habibie, merupakan tindakan janggal. "Sejak kapan Komandan Jenderal Kopassus dapat diperintah oleh Panglima Kostrad? Baik Kostrad maupun Kopassus berkedudukan sejajar sebagai Balahanpus (Bala Pertahanan Terpusat), hanya pangkat Panglima Kostrad berbeda dengan Komandan Jenderal Kopassus," kata Sintong.
(maf)
Lihat Juga :