Pernyataan Suharso Monoarfa Terkait Amplop Kiai Dinilai Keliru
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 19:03 WIB
loading...
A
A
A
Di samping itu, Gus Fahrur mengungkapkan, pernyataan Suharso Monoarfa itu sedikit banyak akan merusak kepercayaan kalangan pesantren kepada PPP. “Karena PPP itu dianggap partai yang, ya minimal ketumnya itu dianggap orang yang tidak paham tentang bagaimana caranya menghormati dan menghargai pesantren, apalagi itu diomongkan di depan KPK, itu sama sekali enggak ada benernya, enggak layak, enggak pantes ya,” ungkapnya.
Ia juga meminta bukan hanya Suharso yang introspeksi, namu juga PPP sebagai sebuah partai umat Islam. “Saya kira PPP harus instrospeksi dan mereka harus minta maaf,” pungkas Gus Fahrur.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani permohonan maaf kepada para kiai terkait pernyataan Ketua Umum Suharso Monoarfa. Permohonan maaf ini terkait dengan pidato Suharso saat pembekalan antikorupsi di KPK.
Saat itu, Suharso menceritakan pengalamannya saat masih menjadi Plt Ketua Umum PPP. Ketika ke pondok pesantren (ponpes) meminta doa para kiai, Suharso diminta untuk memberikan titipan.
"Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada para kiai dan berjanji bahwa jajaran PPP lebih berhati-hati atau ikhtiyat dalam berucap dan bertindak ke depan agar tidak terulang lagi," kata Arsul Sani, Kamis (18/8/2022).
Ia juga meminta bukan hanya Suharso yang introspeksi, namu juga PPP sebagai sebuah partai umat Islam. “Saya kira PPP harus instrospeksi dan mereka harus minta maaf,” pungkas Gus Fahrur.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani permohonan maaf kepada para kiai terkait pernyataan Ketua Umum Suharso Monoarfa. Permohonan maaf ini terkait dengan pidato Suharso saat pembekalan antikorupsi di KPK.
Saat itu, Suharso menceritakan pengalamannya saat masih menjadi Plt Ketua Umum PPP. Ketika ke pondok pesantren (ponpes) meminta doa para kiai, Suharso diminta untuk memberikan titipan.
"Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada para kiai dan berjanji bahwa jajaran PPP lebih berhati-hati atau ikhtiyat dalam berucap dan bertindak ke depan agar tidak terulang lagi," kata Arsul Sani, Kamis (18/8/2022).
(rca)
Lihat Juga :