Bibir Pantai Abrasi dan Rusak, Moeldoko Dorong Revitalisasi

Kamis, 25 Agustus 2022 - 22:16 WIB
loading...
Bibir Pantai Abrasi dan Rusak, Moeldoko Dorong Revitalisasi
Moeldoko mendorong diadakannya revitalisasi di daerah bibir pantai yang rusak terkena abrasi. Karena pihak KSP berkoordinasi dengan KKP dan lembaga terkait. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mendorong untuk diadakannya revitalisasi di daerah bibir pantai yang rusak terkena abrasi. Karena itu kemudian pihak KSP berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan lembaga terkait untuk mengatasi kerusakan lingkungan tersebut.

Pandangan Moeldoko tersebut disampaikan untuk merespons keluhan petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Cirebon, Jawa Barat. Di mana di daerah tersebut terjadi banjir rob sejak Juli 2022.

Baca juga: Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme

Banjir yang disebabkan oleh meluapnya air laut pasang tersebut, membuat ratusan hektare lahan pertanian garam terendam air, dan petani mengalami gagal panen.

"Memang salah satu yang dikeluhkan oleh petani saat saya berkunjung ke sana (desa Rawaurip) pada akhir tahun lalu yaitu soal abrasi dan rob. Sebab kondisi lingkungan di bibir pantai rusak dan butuh revitalisasi," kata Moeldoko, di Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Sebagai informasi, pada 8 Oktober 2021, KSP Moeldoko melakukan kunjungan kerja di desa Rawaurip, Cirebon. Pada kesempatan itu, Moeldoko mendengar berbagai keluhan petani garam, salah satunya soal abrasi dan rob.

"Untuk rehabilitasi manggrove, KSP sudah memfasilitasi koordinasi dengan KKP dan yayasan BUMN. Tapi ada kendala soal lokasi penanaman tidak kondusif karena tingginya pasang surut air laut. Untuk pendangkalan saluran air, KSP memfasilitasi koordinasi dengan BBWS Kemen PUPR untuk pengerukan. Semuanya sudah dieksekusi," jelas Moeldoko.

Panglima TNI Periode 2013-2015 ini juga menyampaikan, KSP telah mendorong Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat, untuk segera melakukan perbaikan jalan rusak menuju lokasi tambak garam, yakni sepanjang 3,5 kilometer.

"Pada April lalu, Deputi I KSP bersama Bina Marga sudah meninjau lokasi. Tentu kita akan dorong untuk segera dilakukan perbaikan," tutur Moeldoko.

Sementara dalam kaitan soal keinginan masyarakat untuk dibangun Tembok Pembatas Tanah sebagai penghalau banjir rob, Moeldoko menyebut, sampai saat ini masih dicari teknis yang tepat.

"Jangan sampai nanti kalau dibangun tembok, justru akan terjadi pendangkalan di bibir pantai. Soal itu Masih dicari solusinya," tutupnya.
(maf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1200 seconds (10.177#12.26)