MUI Usulkan Revitalisasi Pendidikan Pancasila untuk Melawan Narasi Negara Thagut
Rabu, 24 Agustus 2022 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
Pendiri Center for Research and Islamic Studies (CRIS) Foundation ini memandang perlu adanya ketegasan pemerintah setelah 77 tahun merdeka dengan berkomitmen terhadap penanganan intoleransi dan radikalisme. Selain itu juga menghentikan pragmatisme politik yang terkesan memfasilitasi maupun melakukan kompromi terhadap aksi intoleransi dan radikalisme.
Virus intoleransi dan radikalisme yang menyebar ke masyarakat, kata Gus Najih, belum terjangkau undang-undang. Hal ini ditunjukkan dengan masih adanya kelompok yang melarang menyanyikan lagu Indonesia Raya, hormat kepada Bendera Merah Putih, dan menganggap perayaan Hari Kemerdekaan adalah suatu bid'ah yang mungkar.
"Tentunya narasi-narasi seperti ini harus kita lawan, karena kalau dibiarkan, maka akan mendegradasi nasionalisme masyarakat kita. Ketika masyarakat kita sudah tidak punya patriotisme, maka itu berarti adalah alarm kehancuran," ujar Gus Najih.
Virus intoleransi dan radikalisme yang menyebar ke masyarakat, kata Gus Najih, belum terjangkau undang-undang. Hal ini ditunjukkan dengan masih adanya kelompok yang melarang menyanyikan lagu Indonesia Raya, hormat kepada Bendera Merah Putih, dan menganggap perayaan Hari Kemerdekaan adalah suatu bid'ah yang mungkar.
"Tentunya narasi-narasi seperti ini harus kita lawan, karena kalau dibiarkan, maka akan mendegradasi nasionalisme masyarakat kita. Ketika masyarakat kita sudah tidak punya patriotisme, maka itu berarti adalah alarm kehancuran," ujar Gus Najih.
(abd)
Lihat Juga :