Habib Ja'far: Media Digital Belum Merdeka dari Radikalisme dan Intoleransi
Minggu, 21 Agustus 2022 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
Habib Ja’far memaknai kemerdekaan 77 tahun Indonesia sebagai momen untuk pulih lebih cepat dari segala dorongan nafsu dan egoisme. Juga bangkit dari segala isu sektarian yang bersifat politik identitas memecah belah kebhinekaan.
“Tagline ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’, itu sesuatu yang penting untuk mengisi kemerdekaan, agar kita bisa pulih lebih cepat dari segala dorongan-dorongan egoisme yang mengarahkan kepada intoleransi dan radikalisme serta bangkit lebih kuat untuk bangkit dari segala isu-isu yang sifatnya sektarian, yang sifatnya politik identitas,” jelas Habib Ja’far.
Ia menilai tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh pihak saat ini adalah bagaimana menerjemahkan nilai Pancasila pada generasi baru. Narasi-narasi baru dibutuhkan agar generasi tersebut mampu menghayati nilai Pancasila sesuai perspektif dan cara mereka.
“Jadi tidak lagi kemudian soal menghafal Pancasila, tidak lagi soal itu.Tapi soal bagaimana mereka menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan ragam fenomena yang baru,” ungkapnya.
Itu bisa dilakukan dengan cara mendorong percepatan edukasi dan moderasi melalui propaganda persatuan, sebagaimana kemerdekaan bangsa dicapai melalui persatuan. Dirinya menegaskan, persatuan menjadi kunci utama.
“Tagline ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’, itu sesuatu yang penting untuk mengisi kemerdekaan, agar kita bisa pulih lebih cepat dari segala dorongan-dorongan egoisme yang mengarahkan kepada intoleransi dan radikalisme serta bangkit lebih kuat untuk bangkit dari segala isu-isu yang sifatnya sektarian, yang sifatnya politik identitas,” jelas Habib Ja’far.
Ia menilai tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh pihak saat ini adalah bagaimana menerjemahkan nilai Pancasila pada generasi baru. Narasi-narasi baru dibutuhkan agar generasi tersebut mampu menghayati nilai Pancasila sesuai perspektif dan cara mereka.
“Jadi tidak lagi kemudian soal menghafal Pancasila, tidak lagi soal itu.Tapi soal bagaimana mereka menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan ragam fenomena yang baru,” ungkapnya.
Itu bisa dilakukan dengan cara mendorong percepatan edukasi dan moderasi melalui propaganda persatuan, sebagaimana kemerdekaan bangsa dicapai melalui persatuan. Dirinya menegaskan, persatuan menjadi kunci utama.
Lihat Juga :