Bangun Toleransi Beragama, TNI AL Gelar Doa Bersama di KRI Semarang 594

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 00:12 WIB
loading...
Bangun Toleransi Beragama, TNI AL Gelar Doa Bersama di KRI Semarang 594
TNI Angkatan Laut beserta tokoh lintas agama menggelar kegiatan doa bersama dan tabur bunga di KRI Semarang 594. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Dalam rangka membangun toleransi antar umat beragama, TNI Angkatan Laut beserta tokoh lintas agama menggelar acara “Lautan Berdoa” yang diisi dengan kegiatan doa bersama dan tabur bunga di atas KRI Semarang 594.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian HUT Ke - 77 Kemerdekaan RI Tahun 2022, sekaligus mendoakan arwah para pahlawan pejuang kemerdekaan.

“Pada hari ini kita melaksanakan doa bersama, tentunya doa ini untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, 77 tahun kemerdekaan Indonesia yang telah kita nikmati bersama,” kata Yudo, Jumat (19/8/2022).

Kegiatan dengan tema Membangun Kejayaan Maritim dan Toleransi untuk Indonesia Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat tersebut juga dihadiri para perwakilan tokoh masing-masing agama. Baca juga: Pengamat Apresiasi Soliditas dan Keakraban Tiga Kepala Staf TNI

Pada kesempatan itu perwakilan tokoh masing-masing agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu melakukan aksi tabur bunga dipimpin KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

“Dan juga kita doakan kepada para pendahulu, pahlawan, pejuang yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia dan tadi ditandai tabur bunga di laut,” sambung Yudo.



Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan perjuangan merebut kemerdekaan yang sekarang dirasakan tidak lepas dari peran para tokoh agama. Baca juga:Rayakan HUT Kemerdekaan Indonesia, Divisi 1 Kostrad Bersama Gravel Gelar Lomba Tembak

”Kemerdekaan yang sekarang kita nikmati tidak lepas dari perjuangan tokoh-tokoh agama baik itu yang terjun langsung dan gugur di medan perang maupun dengan memanjatkan doa,” ujarnya.

Selain itu perbedaan agama yang dianut bangsa Indonesia justru dinilai sebagai pemersatu untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah susah direbut para pendahulu.

”Dimana kita yakini agama yang berbeda menjadi kekuatan untuk kita terus mengisi kemerdekaan dan mencapai cita-cita para pendiri bangsa memberi kesejahteraan kedamaian keamanan,” pungkasnya.
(ams)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1484 seconds (11.252#12.26)