Arti Kemerdekaan Menurut Kabid Perempuan dan Anak Partai Perindo Ike Suharjo

Kamis, 18 Agustus 2022 - 00:05 WIB
loading...
Arti Kemerdekaan Menurut Kabid Perempuan dan Anak Partai Perindo Ike Suharjo
Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Ike Suharjo dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Rabu (17/8/2022). Foto: MNC Portal Indonesia/Nur Khabibi
A A A
JAKARTA - Bangsa Indonesia telah mencapai kemerdekaan atau kedaulatan sebagai sebuah negara sejak 77 tahun silam. Tepat hari ini, Indonesia menyatakan bebas dari perang dan jajahan dari negara lain.

Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) Ike Suharjo menyatakan, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya terbebas dari penjajahan atau berperang. Baca juga: HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Partai Perindo Aktif dalam Pembangunan Bangsa

Bukan melawan penjajah, Ike menjelaskan, saat ini masyarakat Indonesia khususnya generasi muda sedang dijajah dan berperang melawan dirinya sendiri.

"Di era sekarang memang kita sudah tidak lagi dijajah, tapi ada musuh yang lebih besar dari pada penjajah, yaitu diri kita sendiri," kata Ike dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Rabu (17/8/2022).

Ike menjelaskan, generasi muda saat ini masih banyak yang terjajah oleh dirinya sendiri. Hal itu berdasarkan masih banyaknya generasi muda merasa aman di zona nyamannya.



Seperti diketahui, anak muda zaman sekarang tidak bisa lepas bahkan terjebak gawainya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan untuk kegiatan produktif, generasi muda aktif dengan gawainya masih dominan hanya untuk menelusuri beranda berbagai media sosial yang ada.

Dengan ketergantungan gawai tersebut, menyebabkan banyak kegiatan produktif yang terbengkalai, salah satunya adalah tugas kuliah.

"Pekerjaan kuliah terbengkalai, akhirnya muncul sistem SKS (sistem kebut semalam)," ujarnya. Baca juga: Webinar Partai Perindo, Mahasiswi: Milenial Jangan Antipolitik

Untuk itu, Ike mengajak semua masyarakat khususnya kalangan milenial untuk tidak ketergantungan gawai dengan mengisi kegiatan yang lebih produktif. Hal itu bertujuan demi meraih cita-cita.

"Berperang melawan diri kita sendiri untuk mencapai cita-cita kita ke depan, bagaimana kita bermanfaat bagi orang banyak, agama, bangsa, dan negara," pungkasnya.
(mhd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0975 seconds (10.55#12.26)