Politikus PDIP Soroti Manuver Elite Relawan Jelang Pemilu 2024
Minggu, 14 Agustus 2022 - 07:19 WIB
loading...
Politikus PDIP, Deddy Yevri Sitorus mengungkapkan bahwa saat ini ada segelintir elite relawan yang sedang resah dengan bergulirnya tahapan-tahapan Pemilu 2024. FOTO/DOK.DPR
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ), Deddy Yevri Sitorus mengungkapkan bahwa saat ini ada segelintir elite relawan yang sedang resah dengan bergulirnya tahapan-tahapan Pemilu 2024. Mereka berupaya eksis agar tetap bisa mengakses pada kekuasaan nantinya.
Deddy menjelaskan, kelompok relawan sebagai bagian dari volunterisme adalah bagian dari perkembangan demokrasi yang positif sebagaimana ditunjukkan dalam peradaban politik di barat, terutama Amerika. Volunterisme atau kerelawanan adalah semangat partisipasi politik yang muncul ketika adanya kepemimpinan baru yang menawarkan perubahan, adanya kesamaan kepentingan yang kuat atau munculnya musuh bersama yang mengancam.
Hal itu bisa dilihat dari menjamurnya kelompok-kelompok relawan saat perhelatan demokrasi di negara-negara maju seperti Amerika dan Inggris saat Bill Clinton dan Barrack Obama memenangkan kontestasi di Amerika atau kemenangan spektakuler Partai Buruh saat dipimpin Tony Blair.
Di Indonesia, kata Deddy, fenomena positif hadirnya kelompok-kelompok relawan dapat dilihat saat Joko Widodo memenangkan kontestasi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2012 silam. Fenomena yang relatif sama terjadi di Amerika, Inggris, dan Pilgub DKI Jakarta saat itu sangat elegan dan berkualitas. Para relawan dan organisasi relawan muncul di mana-mana dan bergerak ke arah yang sama tanpa komando dan mengalir dengan baik dari rumah-rumah, kantor, kampung hingga tingkat nasional.
Deddy menjelaskan, kelompok relawan sebagai bagian dari volunterisme adalah bagian dari perkembangan demokrasi yang positif sebagaimana ditunjukkan dalam peradaban politik di barat, terutama Amerika. Volunterisme atau kerelawanan adalah semangat partisipasi politik yang muncul ketika adanya kepemimpinan baru yang menawarkan perubahan, adanya kesamaan kepentingan yang kuat atau munculnya musuh bersama yang mengancam.
Hal itu bisa dilihat dari menjamurnya kelompok-kelompok relawan saat perhelatan demokrasi di negara-negara maju seperti Amerika dan Inggris saat Bill Clinton dan Barrack Obama memenangkan kontestasi di Amerika atau kemenangan spektakuler Partai Buruh saat dipimpin Tony Blair.
Di Indonesia, kata Deddy, fenomena positif hadirnya kelompok-kelompok relawan dapat dilihat saat Joko Widodo memenangkan kontestasi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2012 silam. Fenomena yang relatif sama terjadi di Amerika, Inggris, dan Pilgub DKI Jakarta saat itu sangat elegan dan berkualitas. Para relawan dan organisasi relawan muncul di mana-mana dan bergerak ke arah yang sama tanpa komando dan mengalir dengan baik dari rumah-rumah, kantor, kampung hingga tingkat nasional.
Lihat Juga :